
Petugas dinas teknis saat melakukan pengecatan tanda batas dan inventarisasi pohon di kawasan zona pelebaran jalan Muara Teweh, (19/02/2026). Foto/IST
POSSINDO.COM, Muara Teweh – Sejumlah instansi teknis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Barito Utara melakukan koordinasi lapangan untuk memulai tahapan awal proyek pelebaran jalan dalam kota yang dipusatkan di sepanjang Jalan Yetro Sinseng Muara Teweh pada (19/02/2026). Langkah ini merupakan tindak lanjut cepat setelah dilaksanakannya prosesi peletakan batu pertama oleh pimpinan daerah guna memastikan kesiapan lahan sebelum pengerjaan fisik konstruksi dimulai.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Barito Utara, Muhammad Iman Topik, menjelaskan bahwa tim di lapangan saat ini fokus pada pengukuran ulang dan pemberian tanda pada objek yang terdampak. Hal ini dilakukan untuk menjamin keakuratan volume pekerjaan agar sesuai dengan cetak biru yang telah disepakati. “Kita lakukan pengukuran ulang di lapangan untuk memastikan batas lima meter pelebaran jalan. Pohon atau tanaman yang masuk dalam area tersebut kita tandai terlebih dahulu,” ujar Topik, Kamis.
Penataan awal ini mencakup aktivitas krusial seperti pengecatan tanda batas hingga rencana penebangan pohon yang masuk dalam zona perluasan jalan di sisi kiri maupun kanan. Dinas PUPR berkomitmen agar seluruh tahapan teknis tersebut tidak mengganggu aktivitas publik secara berlebihan serta tetap mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang jasa konstruksi.
Seluruh dinas teknis yang terlibat dipastikan bergerak dalam satu komando koordinasi demi menjaga keselamatan serta ketertiban lalu lintas di area proyek. Manajemen trafik menjadi perhatian serius mengingat Jalan Yetro Sinseng merupakan salah satu urat nadi transportasi di ibu kota kabupaten yang memiliki kepadatan kendaraan cukup tinggi setiap harinya.
Dukungan serupa datang dari Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) yang berfokus pada aspek estetika tata ruang kota. Kepala Dinas Perkimtan, Junaidi, menyatakan bahwa keterlibatan pihaknya bertujuan agar pelebaran jalan ini juga memberikan wajah baru yang lebih modern bagi Kota Muara Teweh. “Kami dari Perkimtan mendukung penataan kawasan ini agar tidak hanya sekadar pelebaran jalan, tetapi juga memperhatikan estetika dan keteraturan lingkungan,” sebut Junaidi.
Integrasi antara perluasan badan jalan dengan penataan permukiman penduduk di sekitarnya diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih rapi dan nyaman bagi pejalan kaki maupun pengendara. Pemerintah daerah menginginkan agar proyek strategis ini memberikan manfaat jangka panjang, baik dari segi kelancaran arus barang dan jasa maupun dari segi keindahan tata kota.
Melalui sinergi antarperangkat daerah yang solid, proses transisi dari penataan awal menuju pelaksanaan fisik diharapkan dapat berjalan tanpa hambatan berarti. Kesuksesan proyek pelebaran jalan ini diproyeksikan akan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah serta memperkuat posisi Muara Teweh sebagai pusat aktivitas di Barito Utara. (Wan)