![]() |
| Kepala Dinas Pertanian Barito Utara H. Adi Haryadi. Foto/IST |
POSSINDO.COM, MUARA TEWEH – Percepatan pelaksanaan kegiatan menjadi perhatian Dinas Pertanian Kabupaten Barito Utara dalam pengendalian pembangunan Tahun Anggaran 2026. Fokus utama diarahkan pada sejumlah program yang hingga akhir Agustus masih memiliki tingkat realisasi anggaran dan fisik relatif rendah.
Kepala Dinas Pertanian Barito Utara H. Adi Haryadi mengatakan, evaluasi terhadap pelaksanaan program dilakukan untuk memastikan seluruh kegiatan dapat diselesaikan sesuai target.
“Kami akan terus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap seluruh kegiatan, terutama kegiatan yang masih membutuhkan percepatan, agar target pelaksanaan Tahun Anggaran 2026 dapat tercapai secara optimal,” ujar Adi dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Pembangunan Kabupaten Barito Utara di Gedung Balai Antang, Selasa (01/9/2026).
Berdasarkan capaian hingga 31 Agustus 2026, Bidang Perkebunan menjadi salah satu bidang yang membutuhkan perhatian karena dari pagu Rp30,23 miliar baru terealisasi 3,81 persen secara keuangan dan 7,95 persen secara fisik. Sementara Bidang Tanaman Pangan dengan pagu Rp4,29 miliar telah mencapai realisasi keuangan 81,12 persen dan fisik 89,04 persen, sedangkan Hortikultura dengan pagu Rp550 juta mencapai 82,89 persen keuangan dan 86,04 persen fisik. Adapun Prasarana dan Sarana Pertanian dengan pagu Rp18,26 miliar terealisasi 47,87 persen keuangan dan 49,46 persen fisik.
“Kami meminta seluruh jajaran memperkuat koordinasi dan mempercepat penyelesaian kegiatan yang masih berjalan. Percepatan ini penting agar program pembangunan sektor pertanian dapat terlaksana secara optimal dan memberikan dampak terhadap peningkatan produktivitas serta kesejahteraan masyarakat Barito Utara,” kata Adi. (DK)
Berdasarkan capaian hingga 31 Agustus 2026, Bidang Perkebunan menjadi salah satu bidang yang membutuhkan perhatian karena dari pagu Rp30,23 miliar baru terealisasi 3,81 persen secara keuangan dan 7,95 persen secara fisik. Sementara Bidang Tanaman Pangan dengan pagu Rp4,29 miliar telah mencapai realisasi keuangan 81,12 persen dan fisik 89,04 persen, sedangkan Hortikultura dengan pagu Rp550 juta mencapai 82,89 persen keuangan dan 86,04 persen fisik. Adapun Prasarana dan Sarana Pertanian dengan pagu Rp18,26 miliar terealisasi 47,87 persen keuangan dan 49,46 persen fisik.
“Kami meminta seluruh jajaran memperkuat koordinasi dan mempercepat penyelesaian kegiatan yang masih berjalan. Percepatan ini penting agar program pembangunan sektor pertanian dapat terlaksana secara optimal dan memberikan dampak terhadap peningkatan produktivitas serta kesejahteraan masyarakat Barito Utara,” kata Adi. (DK)
Tags
Barito Utara
