POSSINDO.COM, PULANG PISAU - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Kristomei Sianturi bersama Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Senin (19/10/2026).
Kedatangan kedua pejabat tersebut disambut Wakil Gubernur Kalimantan Tengah H. Edy Pratowo, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, Bupati Pulang Pisau H. Ahmad Rifa’i, serta Wakil Bupati H. Ahmad Jayadikarta.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau salah satu lokasi karhutla di Jalan Trans Kalimantan, tepatnya di depan Christiany Center, Desa Gohong, Kecamatan Kahayan Hilir. Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi kebakaran serta penanganan yang berlangsung di lapangan.
Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi menyampaikan bahwa sebagian besar kejadian kebakaran pada 2026 terkonsentrasi dalam dua bulan, yakni Agustus dan September. Menurutnya, sekitar 90 persen kejadian terjadi pada periode tersebut, sedangkan 75 persen di antaranya berada di lahan gambut.
Ia juga menyebutkan bahwa berdasarkan data yang dipaparkannya, jumlah titik api pada 2026 telah mencapai 477.066 titik. Kalimantan Tengah disebut menyumbang sekitar 27 persen dari titik panas nasional dan menjadi provinsi dengan kontribusi tertinggi.
“ Saat ini, sebanyak 2.086 kejadian api masih aktif di 14 kabupaten/kota. Status siaga darurat ditetapkan hingga 31 Oktober 2026,” ujarnya.
Kristomei menilai status kedaruratan perlu dipertimbangkan untuk diperpanjang agar dukungan penanganan karhutla, termasuk pengerahan helikopter, dapat terus dilakukan apabila kondisi di lapangan masih membutuhkan.
Sementara itu, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Tandyo Budi Revita menegaskan kesiapan TNI AD untuk mendukung upaya pemadaman karhutla melalui pengerahan personel maupun peralatan sesuai kebutuhan.
Menurutnya, TNI AD memiliki potensi sumber daya yang dapat dimobilisasi untuk membantu mempercepat penanganan titik-titik kebakaran, terutama di lokasi yang memerlukan penanganan segera.
“Kami siap mengerahkan dukungan, baik helikopter, pompa air, maupun kebutuhan lainnya, sesuai dengan kebutuhan yang disampaikan,” kata Tandyo.
Ia juga meminta Pangdam XXII/Tambun Bungai mengidentifikasi kebutuhan teknis di lapangan, termasuk kemungkinan penambahan personel untuk mendukung operasi pemadaman.
Tandyo menegaskan bahwa TNI AD siap memberikan dukungan tambahan secara taktis apabila diperlukan, sehingga penanganan karhutla di Kalimantan Tengah, khususnya Kabupaten Pulang Pisau, dapat berjalan lebih optimal.
Melalui peninjauan tersebut, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dan TNI memperkuat koordinasi dalam penanganan karhutla, terutama untuk mempercepat pemadaman serta mengantisipasi meluasnya kebakaran di wilayah rawan gambut.(Dk/Sam)
