Kemenkeu Waspadai Dampak Penurunan Status Pasar Modal RI, Rupiah dan APBN Terancam Terte

Pengunjung memantau layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia. Foto/ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/nym
 

POSSINDO.COM, Ekonomi - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mewaspadai risiko penurunan klasifikasi pasar modal Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Pasalnya, hal tersebut berpotensi menekan nilai tukar rupiah hingga memperlebar defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Direktur Strategi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu Wahyu Utomo mengatakan dampak penurunan klasifikasi tersebut dapat merembet ke berbagai sektor keuangan, terutama jika kepercayaan pasar terhadap Indonesia melemah.

Menurut Wahyu, pelemahan rupiah berpotensi meningkatkan beban subsidi pemerintah. Di sisi lain, tekanan terhadap kepercayaan pasar juga dapat memengaruhi penerimaan pajak dan mempersulit pemerintah menjaga defisit APBN.

"(Risiko) fiskal kemungkinan dari sisi pajak, dari sisi lagi tadi nilai tukar itu meningkat, kalau nilai tukar meningkat, dampaknya subsidi juga meningkat. Defisit akan melebar jadi tantangan untuk mengendalikan APBN juga sangat menantang. Mudah-mudahan tidak terjadi," ujar Wahyu dalam forum diskusi di Jakarta Selatan, Selasa (20/10).

Wahyu mengatakan potensi dampak fiskal tersebut juga berkaitan dengan kemungkinan kenaikan suku bunga dan terganggunya stabilitas arus modal asing. Kondisi itu dapat meningkatkan biaya pembiayaan pemerintah sekaligus menambah tekanan terhadap APBN.

"(Risiko) fiskal juga akan terjadi karena dampaknya nanti kan market confidence-nya lemah, nilai tukar tertekan, suku bunga akan tertekan naik, ya harus modal luarnya juga akan mengganggu stabilitas, dampaknya pasti fiskal agak gede," ujarnya.

Ia berharap risiko tersebut tidak terjadi. Namun, pemerintah tetap perlu mengantisipasi dampak rambatan dari pasar modal ke sektor keuangan lainnya, termasuk pasar obligasi.

Sumber : CNN Indonesia

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال