POSSINDO.COM, Ekonomi -Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli
mengatakan, kebijakan terkait Kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) sebesar 6,5
persen untuk 2025 sudah dibicarakan dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia
(APINDO).
Apindo dinilai sangat memahami beberapa perusahaan mungkin
akan menghadapi tantangan finansial akibat kenaikan tersebut.
"Dan beberapa waktu lalu kami sudah bertemu dengan
APINDO. Kami sangat paham bahwa ada perusahaan yang mungkin akan mengalami
kesulitan finansial," kata Yassierli dalam konferensi pers UMP 2025, di
kantor Kemnaker, Jakarta, Rabu (4/12/2024).
Oleh karena itu, pemerintah tengah mempersiapkan berbagai
solusi bagi perusahaan yang kesulitan membayar UMP 2025. Pihaknya, bersama
dengan Kemenko Perekonomian, sedang membentuk tim khusus untuk mencari
alternatif solusi yang lebih spesifik bagi industri-industri yang mungkin
menghadapi kesulitan.
Proses ini masih dalam tahap pembahasan, dan pemerintah
menyadari bahwa penerapan UMP yang baru ini akan mulai diberlakukan pada 1
Januari 2025, sehingga masih ada waktu untuk mematangkan rencana intervensi
tersebut.
"Kita sedang membuat tim join bareng dibantu oleh
Kemenko Perekonomian bagaimana treatment spesifik untuk industri-industri yang
mungkin akan memiliki kendala dalam penerapan UMP, dan kita masih punya waktu
karena penerapannya itu nanti 1 Januari 2025," ujar dia.
Meskipun pilihan solusi ini belum dipublikasikan secara
detail, Yassierli menegaskan, opsi-opsi yang dipertimbangkan akan mencakup
berbagai langkah mulai dari hulu hingga hilir. Pemerintah berharap dapat menemukan
cara yang efektif untuk mendukung perusahaan, khususnya sektor-sektor yang
terdampak, agar tetap dapat mempertahankan operasionalnya tanpa membebani
keuangan mereka secara berlebihan.
"Ada banyak option sebenarnya mulai dari hulu sampai ke
hilir, saya belum bisa sampaikan sekarang tapi messagenya sudah sampaikan ke
APINDO, dan pilihan-pilihan intervensi itu kita harus matangkan kembali
bersama, dan kita masih punya waktu," pungkasnya.
Sumber : liputan6.com
Tags
Ekonomi