RSUD Pulang Pisau Gencarkan Edukasi Kesehatan Anak Lewat Sosialisasi Preventif


Dokter Spesialis anak, dr. Franky Luhulima saat Kegiatan sosialisasi kesehatan anak yang bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional, beberapa waktu lalu. Foto/Dika

PULANG PISAU – Dalam upaya memperkuat pendekatan preventive healthcare, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pulang Pisau menggelar kegiatan sosialisasi kesehatan anak yang bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh dr. Franky Luhulima, MSc, Sp.A ini menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif rumah sakit dalam menekan prevalensi penyakit menular maupun tidak menular pada usia anak.

Petugas Promkes RSUD Pulang Pisau saat berbincang dengan anak-anak yang juga pasien Poliklinik Rumah Sakit Pulang Pisau beberapa waktu lalu. Foto/Dika

Dikatakan dr. Franky, pada sabtu ( 28/06/2025) jika kegiatan edukasi penting mengingat anak-anak merupakan kelompok usia rentan terhadap berbagai infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diare, hingga malnutrisi. Oleh karena itu, pihaknya menekankan pentingnya imunisasi dasar lengkap, pemenuhan gizi seimbang melalui pedoman gizi seimbang (PGS), serta menjaga kebersihan personal dan lingkungan sebagai bentuk primary prevention terhadap penyakit.

Direktur RSUD Pulang Pisau, dr. Mulianto Budihardjo, M.Hlth.Sc, menyatakan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari strategi promotif-komprehensif dalam membangun derajat kesehatan masyarakat sejak usia dini.

“Kesehatan anak adalah fondasi dari pembangunan sumber daya manusia berkualitas. Anak yang sehat secara fisik dan mental akan tumbuh menjadi generasi yang produktif dan resilien terhadap tantangan global,” ujarnya.


Berikan hadiah pada anak-anak pengunjung RSUD Pulang Pisau dalam peringatan Hari Anak beberapa waktu tadi. Foto/Dika

Dalam kegiatan tersebut, para peserta juga mendapatkan sesi konsultasi interaktif dengan tim medis RSUD, termasuk tanya jawab seputar gejala klinis yang sering dialami anak seperti demam berulang, gangguan pencernaan, hingga gangguan tumbuh kembang. 

Edukasi semacam ini dinilai efektif dalam meningkatkan health literacy masyarakat, khususnya dalam mendeteksi gejala secara dini dan melakukan intervensi rumah tangga sebelum terjadi komplikasi medis. (LIPSUS/RSUD)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال