![]() |
| Upaya Pemkab Pulang Pisau Menurunkan Stunting melalui Edukasi dan GERMAS 2025. Foto/IST |
Wakil Bupati Pulang Pisau, H. Ahmad Jayadikarta, menegaskan pentingnya langkah bersama dalam pencegahan stunting. Dalam kegiatan yang digelar Kamis (17/7/2025), ia menyampaikan bahwa pengendalian stunting bukan hanya tugas sektor kesehatan semata, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, terdapat lima pesan kunci yang harus diterapkan mulai dari masa kehamilan hingga 1.000 hari pertama kehidupan anak, yaitu:
1. Rutin mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD),
2. Melakukan pemeriksaan kehamilan minimal enam kali, dengan dua kali USG,
3. Memenuhi kebutuhan protein hewani setiap hari,
4. Aktif mendatangi Posyandu sebulan sekali,
5. Memberikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama.
Wabup juga mengapresiasi kerja keras Dinas Kesehatan, Tim Penggerak PKK, dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) yang terus konsisten menjalankan program pencegahan stunting. Ia menyebutkan bahwa angka stunting di Pulang Pisau menunjukkan tren penurunan dari tahun ke tahun.
Dinas Kesehatan Fokus pada Pencegahan
![]() |
| Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau memberikan sosialisasi pencegahan stunting kepada para siswa di salah satu sekolah, sebagai bagian dari upaya edukasi dan promotif dalam mendukung Program GERMAS 2025 beberapa waktu lalu. Foto/IST |
“Program ini bertujuan agar anak-anak yang
masih sehat tidak jatuh ke kondisi stunting, melalui edukasi, promotif, dan
preventif sejak masa kehamilan hingga usia balita,” jelasnya.
Ia optimistis upaya kolaboratif lintas sektor dapat terus menekan angka stunting di Pulang Pisau.
“Kalau kita lihat dari tahun ke tahun, kasus stunting di Pulpis mulai menurun. Harapannya, di masa mendatang masalah ini bisa benar-benar teratasi,” tutup dr. Pande.(Lipsus)


