Wakil Bupati Pulang Pisau Ingatkan Lima Pesan Kunci untuk Cegah Stunting

 


POSSINDO.COM, PULANG PISAU – Stunting masih menjadi tantangan serius dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia hingga saat ini. Karena pada anak yang terkena stunting tidak hanya menghambat pertumbuhan fisik, tetapi juga berdampak jangka panjang pada perkembangan otak, kesehatan, hingga produktivitas saat dewasa. Pemerintah dan berbagai pihak terus menggalakkan upaya kolaboratif untuk menurunkan angka stunting demi menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.

Menanggapi upaya pencegahan stunting di Pulang Pisau mendapat perhatian dari Wakil Bupati Pulang Pisau, H Ahmad Jayadikarta. Pada Kamis 17 Juli 2025 tadi menyampaikan pentingnya pelaksanakan lima pesan kunci dalam pencegahan stunting di kabupaten setempat. Ia menegaskan bahwa pencegahan dan pengendalian stunting merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya sektor kesehatan saja.

Menurut Ahmad Jayadikarta, keterlibatan semua pihak, mulai dari keluarga, masyarakat, hingga lintas sektor dan pemerintah, sangat diperlukan agar program pencegahan stunting berjalan efektif. Hal ini menjadi perhatian penting mengingat stunting dapat berdampak buruk pada perkembangan anak di masa depan.

Lima pesan kunci yang harus diterapkan selama masa kehamilan dan 1.000 hari pertama kehidupan anak adalah aktif mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), melakukan pemeriksaan kehamilan minimal enam kali ke fasilitas pelayanan kesehatan dengan dua kali USG, mencukupi konsumsi protein hewani setiap hari, mendatangi Posyandu sebulan sekali, dan memberikan ASI eksklusif selama enam bulan setelah kelahiran.

Ahmad Jayadikarta juga mengapresiasi kerja keras Dinas Kesehatan, Tim Penggerak PKK, dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) dalam memerangi stunting di Kabupaten Pulang Pisau. Ia menyebutkan bahwa angka stunting di kabupaten ini mulai menunjukkan penurunan dari tahun ke tahun.

Pemkab Melalui Dinas Kesehatan Fokus Pada Pencegahan Stunting

 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau, dr. Pande Putu Gina dalam satu kesempatan menyampaikan bahwa fokus kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) tahun 2025 adalah pada pencegahan stunting, bukan lagi pada penanganan anak yang sudah stunting. Program ini diarahkan agar anak-anak yang belum stunting tetap sehat dan tidak mengalami stunting.

Dijelaskan dr. Pande lagi jika kegiatan GERMAS menjadi langkah strategis pemerintah setempat dalam menekan angka stunting sejak masa kehamilan hingga usia balita. Selain edukasi, program ini juga melibatkan berbagai kegiatan promotif dan preventif dari sektor kesehatan guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Ia berharap penurunan angka stunting dapat terus berlanjut hingga masalah tersebut benar-benar teratasi di masa mendatang. “Kalau kita lihat dari tahun ke tahun, angka stunting di Pulang Pisau mulai menurun. Kita berharap ke depan stunting benar-benar teratasi.” ujarnya. (Lipsus)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال