|
Komisi IV DPR yang membidangi urusan kehutanan dan kelautan bakal segera memanggil Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni untuk membahas fenomena ribuan gelondongan kayu yang ikut hanyut dalam bencana banjir parah di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh. Foto/ANTARA FOTO/Yudi Manar |
Beberapa daerah di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh
mengalami bencana alam longsor serta banjir sejak Selasa (25/11/2025). Pada
sejumlah video bencana yang beredar di internet dan media, tampak adanya
gelondongan kayu yang hanyut.
Oleh sebab itu, Komisi IV DPR RI akan meminta keterangan
dari pihak Kemenhut terkait gelondongan kayu tersebut. Pihak mereka juga akan
mendalami permasalahan tata kelola dan kondisi hutan serta lahan di daerah yang
terkena bencana banjir.
Cuaca ekstrem telah menyebabkan permasalahan banjir di
Sumatera Utara dan sejumlah wilayah di sekitarnya. Kondisi bencana ini menjadi
lebih parah akibat adanya dugaan penebangan liar alias illegal logging.
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman,
mengungkapkan bahwa rapat yang memanggil Menhut Raja Juli pada Kamis mendatang
akan membahas perihal pembalakan liar tersebut. Pasalnya, situasi menunjukkan
keberadaan kayu-kayu gelondongan di dalam arus banjir.
Selain masalah itu, Alex juga menyampaikan adanya pembahasan
tentang kondisi dan tata kelola hutan serta lahan di wilayah terdampak. Ada
lima poin pendalaman terkait hal tersebut.
Di antaranya membahas peta daerah aliran sungai (DAS) yang
mengalami bencana, informasi tutupan lahan, kerusakan lahan dan hutan,
perencanaan penghijauan dan reboisasi, serta anggaran untuk rehabilitasi setiap
DAS.
Sebelumnya, Menhut Raja Juli Antoni sudah menyampaikan bahwa
pemerintah akan mengadakan evaluasi terhadap tata kelola hutan. Berbagai
bencana banjir di Sumatera belakangan ini diklaim sebagai momentum penting
untuk mengadakan perbaikan pengelolaan.
"Kita mendapatkan momentum yang baik justru karena
semua mata melihat, semua telinga mendengar, semua kita merasakan apa yang
terjadi. Mudah-mudahan tidak melebar ke wilayah lain," kata Raja Antoni
pada Sabtu (29/11) sebagaimana dikutip dari Antara.
Adapun Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)
hingga saat ini masih mengadakan identifikasi terhadap asal-usul gelondongan
kayu. Penyelidikannya memfokuskan terhadap dugaan skema penipuan izin dan
pembalakan liar.
Sehubungan dengan itu, Badan Penanggulangan Bencana (BNPB)
sudah mencatat adanya korban meninggal dunia sebanyak 442 orang di tiga
provinsi terdampak per Minggu (30/11) sore waktu setempat. Kemudian, 402 orang
lainnya dinyatakan hilang.
Sumber:Tirto.id
