Menhut Raja Juli Antoni Dipanggil DPR Bahas Dugaan Pembalakan Liar di Sumatera

Komisi IV DPR yang membidangi urusan kehutanan dan kelautan bakal segera memanggil Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni untuk membahas fenomena ribuan gelondongan kayu yang ikut hanyut dalam bencana banjir parah di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh. Foto/ANTARA  FOTO/Yudi Manar  


POSSINDO.COM, Nasional - Komisi IV DPR RI akan memanggil Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni, untuk menghadiri rapat pada Kamis (4/12/2025). Secara garis besar, rapat ini merespons persoalan banjir dan longsor di sejumlah daerah Sumatera.

Beberapa daerah di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh mengalami bencana alam longsor serta banjir sejak Selasa (25/11/2025). Pada sejumlah video bencana yang beredar di internet dan media, tampak adanya gelondongan kayu yang hanyut.

Oleh sebab itu, Komisi IV DPR RI akan meminta keterangan dari pihak Kemenhut terkait gelondongan kayu tersebut. Pihak mereka juga akan mendalami permasalahan tata kelola dan kondisi hutan serta lahan di daerah yang terkena bencana banjir.

Cuaca ekstrem telah menyebabkan permasalahan banjir di Sumatera Utara dan sejumlah wilayah di sekitarnya. Kondisi bencana ini menjadi lebih parah akibat adanya dugaan penebangan liar alias illegal logging.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, mengungkapkan bahwa rapat yang memanggil Menhut Raja Juli pada Kamis mendatang akan membahas perihal pembalakan liar tersebut. Pasalnya, situasi menunjukkan keberadaan kayu-kayu gelondongan di dalam arus banjir.

Selain masalah itu, Alex juga menyampaikan adanya pembahasan tentang kondisi dan tata kelola hutan serta lahan di wilayah terdampak. Ada lima poin pendalaman terkait hal tersebut.

Di antaranya membahas peta daerah aliran sungai (DAS) yang mengalami bencana, informasi tutupan lahan, kerusakan lahan dan hutan, perencanaan penghijauan dan reboisasi, serta anggaran untuk rehabilitasi setiap DAS.

Sebelumnya, Menhut Raja Juli Antoni sudah menyampaikan bahwa pemerintah akan mengadakan evaluasi terhadap tata kelola hutan. Berbagai bencana banjir di Sumatera belakangan ini diklaim sebagai momentum penting untuk mengadakan perbaikan pengelolaan.

"Kita mendapatkan momentum yang baik justru karena semua mata melihat, semua telinga mendengar, semua kita merasakan apa yang terjadi. Mudah-mudahan tidak melebar ke wilayah lain," kata Raja Antoni pada Sabtu (29/11) sebagaimana dikutip dari Antara.

Adapun Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) hingga saat ini masih mengadakan identifikasi terhadap asal-usul gelondongan kayu. Penyelidikannya memfokuskan terhadap dugaan skema penipuan izin dan pembalakan liar.

Sehubungan dengan itu, Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah mencatat adanya korban meninggal dunia sebanyak 442 orang di tiga provinsi terdampak per Minggu (30/11) sore waktu setempat. Kemudian, 402 orang lainnya dinyatakan hilang.

Sumber:Tirto.id

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال