
Kepala BRIN Arif Satria.Foto/Habakita
POSSINDO.COM, Nasional – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah mempersiapkan perumusan proyeksi teknologi masa depan guna memastikan arah industrialisasi Indonesia berbasis perkembangan teknologi hingga tahun 2030, 2040, dan 2050.
Kepala BRIN Arif Satria mengatakan langkah tersebut dilakukan melalui penyusunan future technology forecast, yakni upaya memprediksi dan memproyeksikan teknologi yang berpotensi berkembang dalam jangka panjang.
“BRIN saat ini sedang mempersiapkan bagaimana kita melakukan future technology forecast. Jadi bagaimana memprediksi dan memproyeksikan teknologi-teknologi yang akan berkembang pada tahun 2030, 2040, 2050,” kata Arif di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis.
Menurut Arif, proyeksi tersebut penting agar investasi industri yang masuk ke Indonesia tidak tertinggal dari sisi teknologi ketika fasilitas produksi telah selesai dibangun dan mulai beroperasi.
“Sehingga jangan sampai kita akan melakukan investasi, kemudian ternyata ketika pabriknya sudah jadi, teknologinya sudah ketinggalan,” ujarnya.
Arif menegaskan kerangka industrialisasi nasional perlu disusun dengan memperhatikan perkembangan teknologi masa depan, sehingga investasi yang masuk dapat selaras dengan kebutuhan industri dan kemajuan teknologi global.
Dalam konteks tersebut, BRIN menyatakan kesiapan untuk menjadi mitra strategis bagi Badan Pengelola Investasi Danantara serta sektor swasta dalam memproyeksikan arah industrialisasi nasional dan teknologi yang perlu dipersiapkan.
“BRIN siap menjadi partner bagi Danantara, bagi swasta yang ada di Indonesia dalam memproyeksikan kerangka industrialisasi kita ke depan seperti apa, dan teknologi yang harus disiapkan seperti apa, dan kita siapkan riset bersama-sama,” kata Arif.
Selain itu, BRIN juga akan terus memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dalam mendukung penguatan riset dan pengembangan teknologi sebagai fondasi pembangunan industri nasional.
Dalam kesempatan yang sama, Arif mengungkapkan BRIN tengah mempersiapkan penguatan riset di sejumlah sektor strategis, termasuk bidang dirgantara melalui percepatan riset pesawat N219 hasil kerja sama BRIN dengan PT Dirgantara Indonesia, serta pengembangan pesawat amfibi untuk memperkuat konektivitas antarpulau.
“Dan itu akan sangat bagus dan membanggakan, karena itulah cara kita untuk meningkatkan konektivitas antarpulau di Indonesia,” pungkasnya.