Kemendikdasmen Siapkan Beasiswa S1 untuk 150 Ribu Guru pada 2026

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti. Foto/IST
 

POSSINDO.COM, Nasional - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengalokasikan program beasiswa pendidikan sarjana (S1) bagi 150.000 guru yang belum berkualifikasi akademik minimal D4 atau S1 pada tahun 2026.

"Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan mutu dan profesionalisme tenaga pendidik, khususnya guru PAUD, SD, dan SMP," uajr Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti usai peresmian SD Negeri 2 Wonorejo, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Sabtu (3/1/2026) melansir Antara.

Dia menjelaskan, jumlah alokasi beasiswa tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

"Kalau tahun lalu dialokasikan untuk 12.500 guru yang belum bergelar sarjana, maka tahun ini kami siapkan untuk 150.000 guru," ucap Mu'ti.

Menurut dia, beasiswa tersebut menggunakan skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), di mana pengalaman mengajar guru diakui sebagai satuan kredit semester (SKS). Dengan skema ini, kata Mu'ti, guru tidak perlu menempuh pendidikan S1 selama empat hingga lima tahun seperti jalur reguler.

"Melalui RPL, pengalaman mengajar dihitung dan diakui oleh perguruan tinggi, sehingga kuliah S1 bisa diselesaikan sekitar satu tahun. Istilahnya kuliah 'jamak qashar', biasanya empat sampai lima tahun, ini cukup satu tahun," terang dia.

Sementara, lanjut Mu'ti, beasiswa yang diberikan sebesar Rp3 juta per semester yang langsung ditransfer ke perguruan tinggi penyelenggara yang ditunjuk pemerintah.

Menurut Mu'ti, setelah menyelesaikan pendidikan S1, para guru dapat melanjutkan ke Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk memperoleh sertifikasi pendidik.

Dengan sertifikasi tersebut, kata dia, guru berhak menerima tunjangan profesi, sehingga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan.

"Kalau sudah S1, bisa ikut PPG, lalu sertifikasi, dan nantinya berhak menerima tunjangan profesi guru. Ini bukan hanya soal syarat formal, tetapi juga peningkatan kesejahteraan," ucap Mu'ti.

Dia menegaskan, peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru menjadi kunci dalam membangun sumber daya manusia unggul, karena pendidikan berkualitas hanya dapat terwujud jika ditopang oleh sarana prasarana yang memadai serta guru yang kompeten.

"Kita berkomitmen membangun generasi SDM unggul. Kuncinya pendidikan, dan pendidikan berkualitas kuncinya adalah guru yang berkualitas serta lingkungan belajar yang mendukung," terang Mu'ti.

Sumber : liputan6.com

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال