
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Pertemuan Tahunan Forum
Ekonomi Dunia atau World Economic Forum di Davos, Swiss, Kamis, 22 Januari
2026. Foto/AP Photo/Markus Schreiber
POSSINDO.COM, Nasional - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa perdamaian dan stabilitas merupakan aset paling berharga bagi suatu negara, sekaligus menjadi prasyarat utama bagi pertumbuhan dan kemakmuran. Hal itu disampaikannya dalam pidato di World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).
"Pada masa yang penuh ketidakpastian, masa ketika perang terus meletus, masa ketika kepercayaan antarnegara semakin rapuh, sejarah mengajarkan kita bahwa perdamaian dan stabilitas adalah aset paling berharga. Perdamaian dan stabilitas merupakan prasyarat utama bagi pertumbuhan dan kemakmuran. Tidak akan ada kemakmuran tanpa perdamaian," tutur Prabowo.
Prabowo menyebut, dunia saat ini menghadapi kondisi penuh tantangan dengan ditandai terjadinya konflik, serta melemahnya kepercayaan antarnegara, antarinstitusi, dan antarbangsa. Dalam konteks tersebut, dia menekankan tidak akan ada kemakmuran tanpa perdamaian, dan stabilitas menjadi pondasi penting bagi pembangunan ekonomi jangka panjang.
Kepala Negara juga menyinggung penilaian Dana Moneter Internasional (IMF) yang menggambarkan Indonesia sebagai salah satu titik terang ekonomi global. Penilaian tersebut didasarkan pada kinerja ekonomi Indonesia yang tetap kuat, di tengah tekanan eksternal, termasuk ketegangan perdagangan, pengetatan kondisi keuangan global, serta ketidakpastian politik internasional.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa perdamaian dan stabilitas merupakan aset paling berharga bagi suatu negara, sekaligus menjadi prasyarat utama bagi pertumbuhan dan kemakmuran. (Foto: Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden)
Prabowo menyatakan, pertumbuhan perekonomian Indonesia telah mencapai lebih dari 5 persen per tahun selama beberapa dekade terakhir. Dia pun optimis pada 2026 akan bergerak lebih tinggi, dengan inflasi yang tetap terjaga di kisaran 2 persen, serta defisit anggaran pemerintah yang berhasil ditekan di bawah 3 persen.
Menurutnya, pengakuan lembaga internasional terhadap ketahanan ekonomi Indonesia tidak disandarkan pada optimisme yang tidak berdasar, melainkan bukti kinerja ekonomi yang nyata. Kebijakan ekonomi nasional selama ini dinilainya telah disusun dan dijalankan secara terkalibrasi.
Prabowo juga menegaskan, perdamaian dan stabilitas yang terjaga di Indonesia selama bertahun-tahun tidak terjadi secara kebetulan, maupun karena faktor keberuntungan.
"Itu terjadi karena kami, bangsa Indonesia, selalu dan akan terus memilih persatuan dibandingkan fragmentasi, persahabatan dan kolaborasi dibandingkan konfrontasi. Kredibilitas, sekali hilang, sangat mahal untuk dipulihkan," jelas dia.
Sumber : liputan6.com