
Strava
Menuju IPO, Bidik Bursa Saham AS Musim Semi 2026. Foto/Net
POSSINDO.COM, Ekonomi - Aplikasi pencatat aktivitas olahraga populer Strava dilaporkan telah mengajukan dokumen penawaran umum perdana saham (IPO) di Amerika Serikat.
Informasi ini pertama kali dilaporkan outlet media The Information, yang mengutip sumber-sumber internal yang mengetahui proses tersebut.
Dalam laporannya, Strava disebut telah menggandeng bank investasi besar Goldman Sachs sebagai penjamin emisi utama untuk proses melantai di bursa saham.
Menurut sumber yang dikutip The Information, jika tidak ada aral melintang, IPO Strava berpotensi digelar pada musim semi tahun ini.
Mungkin antara bulan Maret, April, atau Mei. Manajemen Strava kabarnya juga telah melakukan sejumlah pertemuan dengan calon investor dalam beberapa waktu terakhir.
Meski begitu, rincian resmi terkait valuasi, jumlah dana yang ingin dihimpun, maupun jadwal pasti pencatatan saham belum diungkap ke publik.
Kabar Strava daftar IPO ini bukan sepenuhya kejutan. Pasalnya sebelumnya, pada Oktober 2025, CEO Strava Michael Martin lebih dulu mengungkap bahwa Strava berniat IPO kepada outlet media Financial Times. Meski ketika itu, ia tak merinci lebih lanjut soal jadwal pasti IPO Strava.
Martin hanya menyebut Strava berencana untuk go public “pada waktu yang tepat”. Ia menegaskan, langkah ini akan memberi Strava akses modal tambahan untuk memperluas bisnis dan melakukan lebih banyak akuisisi strategis.
Soal bisnis, Strava saat ini dilaporkan mencatat pertumbuhan pendapatan lebih dari 50 persen sepanjang tahun lalu. Kendati demikian, total pendapatan perusahaan masih tergolong relatif kecil, yakni di bawah 500 juta dollar AS (sekitar Rp 8,4 triliun) per tahun.
Laporan terpisah dari The Wall Street Journal menyebutkan bahwa Strava terakhir kali memiliki valuasi sekitar 2,2 miliar dollar AS (kira-kira Rp 36,9 triliun) pada Mei 2025, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Fortune.
Sejumlah investor besar tercatat berada di belakang aplikasi pencatat aktivitas olahraga yang berbasis di San Francisco ini, termasuk Sequoia Capital, TCV, Jackson Square Ventures, Dragoneer Investment Group, dan Sigma Partners.
Sumber : kompas.com