Wabup Pulang Pisau Tegaskan Data Angka Stunting Tidak Boleh Dimanipulasi

Wakil Bupati Pulang Pisau, Ahmad Jayadikarta saat mengikuti Zoom Meeting Monitoring dan Evaluasi Capaian Pelaksanaan Stunting Kabupaten/Kota se-Kalimantan Tengah Tahun 2025 di Ruang Zoom Kantor Bupati Pulang Pisau, Kamis (08/1/2026). Foto/Dk
 

POSSINDO.COM, Pulang Pisau – Wakil Bupati Pulang Pisau, Ahmad Jayadikarta secara tegas menyatakan bahwa data angka stunting di Kabupaten Pulang Pisau tidak boleh dimanipulasi dan harus benar-benar valid.

Hal tersebut disampaikan saat mengikuti Zoom Meeting Rapat Monitoring dan Evaluasi Capaian Pelaksanaan Stunting Kabupaten/Kota se-Kalimantan Tengah Tahun 2025 yang berlangsung di Ruang Zoom Meeting Kantor Bupati Pulang Pisau, Kamis (08/1/2026).

Berdasarkan data Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Pulang Pisau, pada November 2025 tercatat sebanyak 957 anak masuk dalam lokus stunting. Namun, memasuki awal tahun 2026, jumlah tersebut mengalami penurunan menjadi 841 anak.

Meski terjadi penurunan, Jayadikarta menyoroti adanya ketidaksinkronan data antara pihak Puskesmas dan Pemerintah Desa.

“Tadi saya komunikasi dengan desa, mereka menyampaikan data kami berbeda dengan yang di Puskesmas. Ada desa yang menurut mereka datanya hanya 32 anak, tetapi yang sampai ke TPPS dari Puskesmas berjumlah 41 anak,” ujar Jayadikarta.

Menanggapi hal tersebut, ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau akan segera menggelar rapat khusus dengan dinas terkait untuk penanganan lebih lanjut.

“Nah, makanya saya bilang sama tim, kita akan rapat khusus dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas supaya benar-benar data stunting di Kabupaten Pulang Pisau ini valid,” jelasnya.

Selain itu, Jayadikarta juga memberikan peringatan agar tidak ada pihak yang sengaja menambah data anak stunting hanya demi mendapatkan bantuan program.

“Jangan dibuat ditambah-tambah. Karena ada pemahaman, kemungkinan kalau tidak stunting tidak mendapat bantuan. Nah, makanya akhirnya dibuatlah stunting. Ini yang harus kita kejar ke desa supaya benar-benar valid,” tegasnya.

Terkait keberlanjutan program penurunan angka stunting di tahun 2026, Jayadikarta memastikan Pemerintah Daerah tetap berkomitmen menyalurkan bantuan natura serta pemberian vitamin bagi anak-anak yang membutuhkan agar angka stunting dapat terus ditekan secara akurat. (Dk)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال