Ibu Baron, Ular Liar Terpanjang Dunia Ditemukan di Sulawesi.
Foto/Dok. Guinness World Records |
POSSINDO.COM – Ragam Indonesia kembali menjadi sorotan dunia setelah ditemukan ular piton retikulata (Malayopython reticulatus) terpanjang di dunia di wilayah Maros, Sulawesi Selatan, pada akhir 2025. Ular liar tersebut secara resmi tercatat sebagai yang terpanjang di dunia oleh Guinness World Records (GWR).
Status rekor dunia itu bukan klaim sepihak. Guinness World Records melakukan pengukuran resmi pada 18 Januari 2026 dan mengonfirmasi panjang ular tersebut mencapai 7,22 meter dari kepala hingga ujung ekor.
“GWR mengonfirmasi panjangnya 7,22 meter dari kepala hingga ujung ekor pada tanggal 18 Januari,” tulis GWR di laman resminya, dikutip Jumat (6/2/2026).
GWR menjelaskan bahwa jika berada di bawah pengaruh anestesi atau bius, panjang ular tersebut secara teori bisa bertambah sekitar 10 persen. Dengan kondisi tubuh benar-benar rileks, panjang aslinya diperkirakan mendekati 7,9 meter.
Namun, prosedur pembiusan tidak dilakukan dalam pengukuran ini. GWR menegaskan bahwa pembiusan hewan hanya diperbolehkan untuk alasan keselamatan atau kebutuhan medis tertentu, sehingga pengukuran dilakukan tanpa anestesi.
Cerita di Balik Penemuan
Ular piton betina raksasa ini kini berada dalam perawatan konservasionis lokal, Budi Purwanto. Penemuan ular tersebut berawal dari misi pawang ular berlisensi asal Kalimantan, Diaz Nugraha, bersama penjelajah dan fotografer sejarah alam, Radu Frentiu.
Keduanya awalnya hanya mendengar desas-desus tentang keberadaan ular liar berukuran raksasa di Maros. Untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, Diaz dan Frentiu kemudian melakukan perjalanan langsung ke Sulawesi Selatan.
Misi itu tidak hanya bertujuan membuktikan keberadaan ular raksasa tersebut, tetapi juga untuk melakukan pendokumentasian secara benar. Melalui dokumentasi yang akurat, mereka berharap upaya konservasi ular piton dan satwa liar lainnya dapat dilakukan di masa depan.
Selain diukur panjangnya, ular piton tersebut juga ditimbang. Hasil penimbangan menunjukkan berat tubuhnya mencapai 96,5 kilogram, setara dengan berat panda raksasa dewasa.
Berat ular itu bahkan dapat meningkat signifikan ketika sedang mencerna mangsa besar. Dalam kondisi tertentu, beratnya diperkirakan bisa menembus angka 100 kilogram.
Dijuluki Ibu Baron
Reptil raksasa tersebut kemudian diberi nama “Ibu Baron”. Saat ini, ular tersebut berada di bawah pengawasan Budi Purwanto dan bergabung dengan sejumlah ular lain yang diselamatkan di sebuah suaka ular yang dikembangkan di Sulawesi dalam beberapa tahun terakhir.
Purwanto bergerak cepat setelah kabar penemuan ular raksasa ini mencuat sejak Desember 2025. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan ular sekaligus mencegah potensi konflik dengan warga sekitar.
Ia juga memastikan ular-ular yang berada dalam perawatannya ditempatkan di kandang luas dan aman. Hal ini penting mengingat konflik antara manusia dan ular piton di Kabupaten Maros telah berlangsung lama.
Ular piton kerap dianggap sebagai ancaman serius bagi ternak, hewan peliharaan, bahkan manusia, terutama anak-anak. Dalam beberapa tahun terakhir, tercatat sejumlah kasus serangan ular piton yang menimbulkan korban jiwa, baik pada manusia maupun hewan peliharaan.
Sumber : detik.com
