
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam
konferensi pers di Jakarta, Senin (17/3/2025). Foto/DOK. Humas Kemenpan-RB
POSSINDO.COM, Politik - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan Presiden Prabowo Subianto tidak berencana melakukan reshuffle atau perombakan Kabinet Merah Putih dalam waktu dekat. Menurut dia, pemerintah fokus bekerja agar masyarakat dapat menjalani ibadah puasa dan Lebaran dengan lancar.
"Enggak ada reshuffle, enggak ada. Kita menjelang bulan suci Ramadan, menjelang Lebaran kan, sebagaimana yang tadi baru saja diumumkan (pemberian stimulus ekonomi)," kata Prasetyo di Stasiun Gambir Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2026).
"Ini kan bagaimana pemerintah bekerja keras untuk supaya seluruh masyarakat dapat menjalani bulan suci Ramadan dan Lebaran nanti dengan sebaik-baiknya," sambungnya.
Dia menyampaikan pemerintah juga bekerja keras agar dapat meringankan beban masyarakat yang kurang mampu, salah satunya dengan memberikan stimulus ekonomi menjelang Ramadan dan Lebaran. Dengan begitu, masyarakat dapat tetap mudik dan bersilaturahmi dengan keluarga di kampung halaman.
"Kita berpikir terus-menerus bagaimana meringankan beban saudara-saudara kita terutama di desil 1 hingga desil 4. Kemudian juga kita ingin memperingan saudara-saudara kita yang dalam rangka, apa namanya, pusa dan Lebaran biasanya bersilaturahim, mudik atau pulang kampung," jelasnya.
Adapun stimulus yang diberikan salah satunya berupa diskon perjalanan baik tiket kereta api, pesawat, hingga kapal laut. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan perekonomian dan meringankan beban masyarakat.
"Semua semata-mata untuk kita membantu meringankan semua masyarakat dan harapan kita dengan seperti itu maka ekonomi akan tumbuh, ekonomi akan bergerak di triwulan pertama. Itu yang selalu menjadi dasar," ujar Prasetyo.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan, pemerintah menargetkan peluncuran kebijakan stimulus menjelang bulan Ramadan 2026.
“Stimulus kita siapkan, mungkin menjelang bulan puasa nanti akan kita dorong,” kata dia di Gedung Kemenko Perekonomian, Kamis, 5 Februari 2026.
Salah satu stimulus yang disiapkan adalah diskon tiket pesawat melalui skema PPN DTP. Menurut Airlangga, diskon yang diberikan kali ini lebih besar dibandingkan sebelumnya.
“Diskon tiket realnya nanti sekitar 17–18% dengan PPN ditanggung pemerintah. Kalau yang lalu saat Natal hanya sekitar 6%, kali ini full,” ungkapnya.
Dia menambahkan, regulasi terkait kebijakan tersebut saat ini masih menunggu finalisasi Peraturan Menteri Keuangan (PMK).
“Regulasi sedang menunggu PMK, harapannya Senin semua sudah selesai,” pungkas Airlangga.
Sumber : liputan6.com