
Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan capai 800 meter di atas puncak pada Selasa (17/2/2026) malam. ANTARA/HO-PVMBG.
POSSINDO.COM, Peristiwa - Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan pada Kamis (19/2/2026). Dalam rentang waktu pagi tadi, gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut tercatat mengalami erupsi sebanyak tiga kali dengan tinggi kolom letusan maksimal mencapai 800 meter di atas puncak.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, melaporkan bahwa letusan terbesar pagi ini terjadi pada pukul 08.00 WIB. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal yang mengarah ke timur laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 101 detik.
“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 08.00 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak atau 4.476 meter di atas permukaan laut (mdpl),” ujar Sigit Rian Alfian dalam keterangan resminya.
Sebelumnya, dua erupsi awal tercatat terjadi pada pukul 04.32 WIB dan 07.24 WIB dengan ketinggian kolom abu masing-masing sekitar 500 meter. Intensitas abu yang tebal dan pergerakan angin ke arah timur laut menjadi perhatian serius bagi otoritas setempat untuk terus memantau dampak sebaran abu vulkanik terhadap aktivitas warga.
Hingga saat ini, Gunung Semeru masih berada pada status aktivitas vulkanik Level III (Siaga). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan rekomendasi ketat agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari pusat erupsi, serta mewaspadai potensi perluasan awan panas hingga jarak 17 kilometer.
Masyarakat juga dilarang mendekat dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak karena risiko lontaran batu pijar. Selain itu, kewaspadaan tinggi perlu ditingkatkan terhadap potensi lahar dingin di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak, terutama saat terjadi hujan lebat di kawasan puncak Semeru guna menghindari risiko jatuhnya korban jiwa.
Sumber : cnnindonesia.com