Harga Minyak Melonjak Hingga 35 Persen dalam Sepekan

Minyak Brent dan WTI Meroket Lebih 16 Persen, Pasar Cemas Gangguan Selat Hormuz. Foto/Ilustrasi
 

POSSINDO.COM, Ekonomi - Harga minyak dunia melonjak tajam pada perdagangan Senin (9/3) di tengah perang antara Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang memicu gangguan pasokan energi dari kawasan Timur Tengah.

Lonjakan tersebut mendorong harga minyak mencapai level tertinggi sejak pertengahan 2022.

Mengutip laporan Reuters, harga minyak mentah acuan Brent naik sekitar US$15,24 atau 16,4 persen menjadi US$107,93 per barel. Bahkan sebelumnya Brent sempat melonjak hingga US$18,35 atau 19,8 persen ke level US$111,04 per barel.

Sementara itu, minyak mentah AS jenis West Texas Intermediate (WTI) juga melonjak tajam. Harga WTI naik US$16,50 atau 18,2 persen menjadi US$107,40 per barel, setelah sebelumnya sempat menyentuh US$111,24 per barel.

Kenaikan ini memperpanjang tren penguatan harga minyak yang sudah terjadi sepanjang pekan lalu. Dalam sepekan terakhir, harga Brent telah melonjak sekitar 27 persen, sedangkan WTI naik hingga 35,6 persen.

Lonjakan harga energi dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan minyak dari Timur Tengah setelah konflik militer di kawasan tersebut semakin meluas. Situasi semakin memanas setelah sejumlah produsen minyak utama di kawasan mulai memangkas produksi.

Selain itu, kekhawatiran juga muncul terkait potensi gangguan berkepanjangan di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang dilalui sebagian besar perdagangan minyak dunia.

Sejumlah negara produsen minyak di kawasan Teluk mulai mengambil langkah pengurangan produksi. Irak dan Kuwait dilaporkan telah mengurangi produksi minyak, sementara sebelumnya Qatar juga memangkas pasokan gas alam cair.

Sumber : cnnindonesia.com

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال