Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, yang dalam sambutannya menekankan makna mendalam dari malam takbiran sebagai momen perpisahan dengan bulan suci Ramadan.
Menurutnya, malam takbiran bukan sekadar pergantian waktu, melainkan saat penuh haru untuk merefleksikan diri setelah menjalani ibadah Ramadan.
“Gema takbir yang kita kumandangkan adalah wujud rasa syukur karena masih diberi kesempatan merasakan Ramadan yang membentuk kita menjadi pribadi lebih sabar, ikhlas, dan peduli,” ujarnya.
Antusiasme masyarakat terlihat dari membludaknya warga yang memadati Bundaran Air Mancur hingga sepanjang jalan utama Muara Teweh untuk menyaksikan pawai takbir yang digelar Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Barito Utara.
Beragam peserta dari instansi pemerintah, masjid, langgar, hingga masyarakat umum turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka menampilkan kreasi mobil hias yang menarik serta semangat pawai jalan kaki yang diiringi lantunan takbir.
Pawai dibagi menjadi dua kategori utama, yakni mobil hias dan jalan kaki, dengan rute yang telah ditentukan panitia. Meski memiliki lintasan berbeda, kedua kategori tetap menggunakan Bundaran Air Mancur sebagai titik awal dan akhir.
Ketua PHBI Kabupaten Barito Utara, H. Arbaidi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Ia mengucapkan terima kasih kepada peserta, masyarakat, serta berbagai instansi yang terlibat, termasuk pemerintah daerah, aparat keamanan, dan dinas terkait.
“Semoga kebersamaan ini membawa berkah dan seluruh amal ibadah kita diterima,” ujarnya.(Wan)
