
Potret Perdana Menteri Soekiman Wirjosandjojo yang menjadi tokoh kunci dalam sejarah THR di Indonesia, (18/03/2026). Foto/Wikipedia.com
POSSINDO.COM, Ragam – THR (Tunjangan Hari Raya) menjadi salah satu hal yang paling ditunggu-tunggu saat Lebaran. THR pun sudah menjadi salah satu tradisi masyarakat Indonesia selain mudik. Selain itu para karyawan pun mendapatkan THR, setelah mereka satu tahun bekerja, atau disesuaikan dengan masa kerjanya. Ini merupakan kewajiban setiap perusahaan, memberikan THR. Lalu bagaimana awal mula dan sejarah THR berasal?
Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia (LIPI) menyebutkan bahwa THR pertama kali diadakan pada era Kabinet Perdana Menteri Soekiman Wirjosandjojo dari Partai Masyumi sekitar tahun 1950-an. Saat itu THR diberikan sebagai salah satu bentuk program pemerintah, guna meningkatkan kesejahteraan aparatur sipil negar
Menurut Saiful Hakam, peneliti muda
Saat itu pemberian THR ini pun sempat menuai pro dan kontra. Mengingat kala itu THR hanya diberikan kepada para PNS (Pegawai Negeri Sipil). Sementara kaum buruh tidak mendapatkan tunjangan tersebut. Kemudian mereka sepakat untuk mogok kerja pada 13 Februari 1952. Aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes mereka agar pemerintah juga memberikan tunjangan mereka. Namun sayang, perjuangan mereka langsung dibungkam oleh tentara yang diturunkan pemerintah.
Hakam mengungkapkan bahwa pada saat itu sebagian besar pamong pradja terdiri dari priayi, menak, kaum ningrat yang kebanyakan berafiliasi ke P
"Nah, sejak itulah THR jadi anggaran rutin di pemerintahan bahkan sekarang kalau ada perusahaan yang mangkir tak bayar THR karyawannya bisa kena tegur pemerintah, bahkan kena penal
Sumber: Sindonews.com