Tips Bikin Ketupat Lebaran Lebih Awet Tidak Cepat Basi

Ilustrasi Ketupat Lebaran. Foto/Net
 

POSSINDO.COM, RAGAM - Ketupat menjadi salah satu hidangan yang tak terpisahkan dari perayaan Idul Fitri di Indonesia.

Makanan berbahan dasar beras yang dibungkus daun kelapa ini kerap disajikan bersama opor ayam, rendang, hingga sambal goreng ati. Namun, tidak sedikit orang yang menghadapi masalah ketupat cepat basi jika tidak diolah dengan benar.

Agar ketupat lebih enak, tahan lama, dan tidak mudah basi, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan dalam proses pembuatannya.

Tips bikin ketupat Lebaran awet yang tahan lama

Berikut tips dari Prof Sugiyono, dosen Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor (IPB).

Pilih jenis beras yang tepat

Jenis beras sangat memengaruhi tekstur ketupat. Beras pera cenderung menghasilkan ketupat dengan tekstur lebih keras, sedangkan beras pulen membuat ketupat lebih lunak.

Selain itu, jumlah beras yang dimasukkan ke dalam anyaman juga berpengaruh. Semakin banyak beras yang diisi, tekstur ketupat akan semakin padat dan keras.

Ketupat yang lebih keras umumnya memiliki daya simpan lebih lama dibandingkan yang lembut.

Untuk mencegah ketupat cepat basi, disarankan menggunakan beras pera yang sudah disosoh (beras putih) dan bebas dari dedak. Sebelum dimasukkan ke dalam bungkus, beras perlu dicuci bersih dan direndam air terlebih dahulu.

Gunakan daun yang masih muda

Pembungkus ketupat umumnya menggunakan janur atau daun kelapa muda. Di beberapa daerah, ada juga yang memakai daun lontar atau pandan.

Yang terpenting, pilih daun yang masih muda, lentur, dan tidak mudah sobek. Daun yang baik akan membantu membungkus ketupat dengan rapat sekaligus melindungi isi di dalamnya selama proses pemasakan.

Perhatikan teknik pembuatan

Salah satu cara tradisional agar ketupat lebih awet adalah menambahkan air kapur sirih ke dalam beras sebelum dimasukkan ke dalam anyaman.

Cara ini membuat tekstur ketupat menjadi lebih padat dan tahan lama. Setelah ketupat matang, sebaiknya segera ditiriskan dan diangin-anginkan hingga permukaannya kering.

Hindari membiarkan ketupat tetap terendam dalam air rebusan setelah matang karena kondisi lembap dapat mempercepat pembusukan.

Simpan dengan cara yang benar

Penyimpanan juga menjadi kunci agar ketupat tidak cepat basi. Cara paling praktis adalah menyimpannya di dalam kulkas.

Ketupat yang disimpan di kulkas dapat bertahan sekitar 7 hingga 9 hari, meskipun teksturnya akan menjadi lebih keras. Untuk mengonsumsinya kembali, cukup kukus ketupat agar teksturnya kembali lunak.

Pengawetan lain kurang praktis

Selain penyimpanan di kulkas, metode lain seperti vakum atau pemanasan memang bisa digunakan untuk mengawetkan ketupat. Namun, teknik ini dinilai belum memiliki bukti ilmiah yang kuat serta kurang praktis untuk diterapkan di rumah tangga.

Sumber : kompas.com

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال