
Bahaya
Microsleep di Perjalanan Jauh, Kenali Tanda-tanda dan cara mencegahnya. Foto/ freepik/diana.grytsku
POSSINDO.COM, RAGAM - Tanda-tanda microsleep perlu diwaspadai para pemudik. Kondisi ini bisa terjadi secara tiba-tiba dalam hitungan detik dan meningkatkan risiko kecelakaan saat berkendara.
Dalam kondisi ini, seseorang kehilangan kesadaran sejenak, meski terkadang masih terlihat terjaga, misalnya tetap membuka mata atau memegang kemudi.
Fenomena ini kerap terjadi ketika tubuh mengalami kelelahan atau kurang tidur, terutama saat melakukan aktivitas monoton seperti menyetir di jalan tol yang panjang dan sepi, situasi yang umum dialami saat mudik.
Mengutip Sleep Foundation, microsleep adalah episode tidur
singkat yang terjadi tanpa disadari. Meski hanya berlangsung beberapa detik,
kondisi ini membuat otak tidak mampu memproses informasi dari lingkungan
sekitar secara normal.
Penelitian menunjukkan bahwa saat microsleep terjadi, aktivitas otak melambat.
Respons terhadap suara maupun rangsangan visual menurun, sehingga seseorang
menjadi kurang waspada terhadap kondisi di sekitarnya.
Kondisi ini sangat berbahaya jika terjadi saat mengemudi. Dalam waktu singkat,
pengendara bisa kehilangan kendali tanpa menyadarinya.
Sementara itu, mengutip WebMD, kurang tidur, terutama kurang dari empat jam,
dapat memicu microsleep. Bahkan, orang dengan pola tidur yang biasanya teratur
pun tetap berisiko mengalaminya saat kurang istirahat.
Tanda-tanda microsleep saat berkendara
Microsleep sering kali tidak disadari. Namun, ada beberapa tanda yang bisa
dikenali, terutama saat menempuh perjalanan jauh:
1. Mata terasa berat dan sering terpejam
Mata menjadi sulit terbuka dan kedipan terasa lebih lambat dari biasanya.
2. Kepala mengangguk tanpa disadari
Pengemudi bisa tiba-tiba menganggukkan kepala sebagai respons tubuh yang mulai
kehilangan kesadaran.
3. Fokus menurun sejenak
Seseorang mungkin merasa 'blank' beberapa detik, seperti tidak mengingat
beberapa meter terakhir saat berkendara.
4. Respons melambat terhadap kondisi sekitar
Reaksi terhadap klakson, kendaraan lain, atau perubahan jalan menjadi lebih
lambat.
Menjelang microsleep, pergerakan mata biasanya ikut melambat, meski sering tidak disadari.
Cara mencegah microsleep saat mudik
Untuk mengurangi risiko microsleep, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan:
• Pastikan tidur cukup sebelum perjalanan
• Istirahat setiap 2-3 jam saat berkendara
• Hindari mengemudi saat merasa sangat mengantuk
• Konsumsi kafein secukupnya jika diperlukan
• Bergantian mengemudi jika memungkinkan
Sumber : cnnidonesia.com