
BPBD Balangan ikuti Pelatihan Dasar Manajemen Bencana. Foto/IST
POSSINDO.COM, Balangan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balangan mengikuti Pelatihan Dasar Manajemen Bencana (DMB) Angkatan II Tahun Anggaran 2026 yang digelar Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana (Pusdiklat PB) BNPB di Training Center INA-DRTG, pada 6–10 April 2026.
Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui skema Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan diikuti sejumlah peserta dari berbagai daerah, termasuk BPBD Balangan yang mengirimkan lima perwakilan dari beragam bidang.
Para peserta terdiri dari Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, JF Analis Kebencanaan Bidang Kedaruratan dan Logistik, JF Analis Kebencanaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, operator layanan operasional Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi, serta Kasubbag Umum dan Kepegawaian.
Sekretaris BPBD Balangan, Surya Dharma, Selasa (14/4/2026), menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh terkait penyelenggaraan penanggulangan bencana, mulai dari tahap pra-bencana, tanggap darurat, hingga pascabencana.
“Pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan kompetensi standar sesuai regulasi yang berlaku di Indonesia,” ujarnya.
Ia berharap keikutsertaan personel BPBD Balangan dapat memperkuat kapasitas sumber daya manusia dalam mengelola risiko bencana secara efektif dan kolaboratif.
Adapun materi yang diberikan meliputi manajemen kedaruratan, manajemen pemulihan, pengelolaan logistik dan peralatan, serta sistem informasi dan komunikasi kebencanaan.
Menurut Surya Dharma, peningkatan kapasitas SDM menjadi hal penting mengingat peran pimpinan dan staf sangat menentukan dalam pengambilan keputusan saat kondisi darurat.
“Upaya ini penting untuk membangun ketangguhan serta meningkatkan kemampuan pemerintah dan masyarakat dalam mengelola risiko bencana secara terpadu dan efektif,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu peserta, Hapiji, mengaku pelatihan tersebut memberikan banyak manfaat, khususnya dalam meningkatkan kemampuan mitigasi bencana.
“Pelatihan ini sangat membantu dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan menjadi bekal untuk mengurangi risiko bencana di daerah,” ungkapnya.
Ia pun berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh, termasuk melalui simulasi kebencanaan, dapat diterapkan secara optimal di wilayah Balangan.(Wahid)