
Sosok Deki Degei siswa SMA Mepa Boarding School Nabire yang inspiratif saat bertugas menjadi pemimpin upacara Hardiknas.Foto/. IG Pemprov Papua Tengah
POSSINDO.COM, Nasional – Siswa SMA Mepa Boarding School, Deki Degei mencuri perhatian usai tampil sebagai pemimpin upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Siswa disabilitas itu ternyata dikenal sebagai sosok pekerja keras dan mandiri. "Dia anak disabilitas tapi dia tidak pernah menunjukkan kondisinya seperti seorang anak yang butuh dibantu kayak gitu. Dia anak yang selalu bersemangat, daya juangnya sangat tinggi," kata Ketua Yayasan Mepa Boarding School, Jon Fallo kepada detikSulsel, Rabu (6/5/2026).
Menurut Jon, Deki menjalani seluruh aktivitasnya secara mandiri, mulai dari kegiatan belajar hingga rutinitas harian di asrama. Deki mengikuti semua kewajiban seperti siswa lainnya tanpa meminta perlakuan khusus. "Perannya yang sangat kelihatan itu, semua tugas yang harus dilakukan oleh siswa di asrama maupun di sekolah, dia lakukan persis seperti orang yang normal," ujarnya.
Deki juga dikenal aktif dalam olahraga. Deki kerap bermain sepak bola dan bola voli bersama teman-temannya, menunjukkan bahwa keterbatasan fisik tidak membatasi ruang geraknya untuk tetap berpartisipasi. "Jadi kalau (main) bola voli dengan satu kaki masih okelah, ini bola kaki dia main sama teman-temannya," ungkap Jon.
Tak jarang Deki juga terlibat dalam pekerjaan fisik di lingkungan asrama. Jon menyebut hal itu menjadi bukti karakter pekerja keras dan tanggung jawab yang dimiliki Deki. "Kerja praktis di sekolah bahkan di asrama, semua dia lakukan seperti orang normal.
Dia dorong gerobak dengan batu dan pasir, dengan satu kaki begitu dia dorong," tuturnya.
Meski sempat merasa prihatin dengan kondisi tersebut, Jon memilih untuk tetap memberi kepercayaan penuh. Pihak sekolah mendorong dan mendukung setiap hal yang ingin dilakukan Deki agar bisa berkembang. "Kita memang prihatin, tapi kalau dia sendiri bilang bisa, masa kita ragu," katanya. Di lingkungan sekolah, Deki dikenal sebagai sosok yang periang dan mudah bergaul. Karakternya yang aktif berinteraksi membuat Deki cepat akrab baik dengan teman maupun para guru.
"Dia anaknya gampang bergaul, mudah bergaul, memang dia orangnya riang gitu loh, nggak menutup diri," ujarnya.
Jon menilai Deki memiliki inisiatif tinggi dan mental yang kuat. Ia tidak pernah mengeluh atau menjadikan keterbatasannya sebagai alasan untuk menghindari tanggung jawab.
"Sama sekali kami nggak dengar (dia mengeluh) dan karakternya kelihatan nggak ada bikin masalah. Saya yakin dia ke depan jadi (sukses) itu, asal kami dukung dia terus," ucap Jon.
Deki viral setelah memimpin upacara Hardiknas di Lapangan Mepa Boarding School, Nabire, Sabtu (2/5). Deki tetap mampu berdiri tegak selama 40 menit upacara berlangsung meski bertumpu dengan satu kakinya. Deki ternyata kehilangan satu kakinya akibat kecelakaan sejak masih kecil. Jon menyebut Deki masih berusia kisaran 6 tahun saat insiden tragis itu terjadi.
"Pokoknya dia baru mau masuk SD. Nah ini kan kita nggak pasti tahunnya tapi dia waktu kecil, dia lahir normal, tapi ketabrak mobil trek, saya kurang tahu ketabrak atau kelindas," ungkap Jon.
Perjuangan Deki Keluar dari Masa Sulit Perjuangan Deki sejak menjadi penyandang disabilitas daksa sangat sulit. Deki dipaksa terbiasa dalam beraktivitas dengan satu kaki, di sisi lain mesti bertahan dari cacian.
"Yang sulit itu dia waktu pertama kali awal-awal berjuang untuk eksis dengan satu kaki, di situ semua numpuk, dia harus berjuang untuk bisa tapi di sisi lain juga bisa saja dihina orang," tutur Jon. Jon mengaku kagum dengan daya juang Deki yang tinggi.
Dia bersyukur orang tua Deki yang turut memberikan dukungan kepada anaknya untuk keluar dari masa sulit hingga menempuh pendidikan. "Besar kemungkinan keluarganya dan sekolah SD dan SMP-nya juga mendukung dia, sehingga dia betul-betul mendapatkan, menemukan dirinya sebagai seorang yang apa namanya layak untuk dihormati, dihargai seperti orang lain," jelasnya.
Sumber: detik.com