![]() |
Ilustrasi letak Bir Tawil.Foto/thegate.boardingarea.com |
POSSINDO.COM, Nasional – Di dunia ini ada suatu kawasan tak berpenghuni yang tidak diakui negara mana pun. Itulah Bir Tawil, yang diapit Mesir dan Sudan. Namun faktanya, wilayah tersebut memiliki ekosistem kehidupan yang telah lama berdiri. Seorang jurnalis bernama John Elledge dalam bukunya A History of the World in 47 Borders mengatakan, sejauh ini Bir Tawil sering digambarkan sebagai tempat yang kosong dan gersang.
Wilayah tersebut dikenal sebagai bagian Bumi yang tidak memiliki pemerintahan, hukum, toko, hotel, hingga sinyal telepon. Namun, jauh sebelum peta digital ada, suku Ababda sudah mendiami wilayah tersebut setidaknya sejak masa Kekaisaran Romawi. "Jauh dari sekadar hamparan gurun yang tidak berpenghuni, suatu bangsa yang disebut Ababda telah mendiami daerah itu," tulis peneliti Dean Karalekas setelah berkunjung ke sana pada 2020 lalu.
Tempat itu ternyata lebih hidup dari apa yang dikabarkan. Di sana terdapat perkemahan permanen, para pekerja tambang emas, hingga alat penukar uang dan satuan keamanan meskipun bangunannya terbuat dari seng dan kain bekas. Bir Tawil menjadi wilayah tak bertuan akibat perbedaan peta perbatasan antara tahun 1899 dan 1902 yang dibuat oleh Inggris. Mesir dan Sudan hingga kini enggan mengklaim Bir Tawil karena lebih memilih memperebutkan wilayah Segitiga Hala'ib yang lebih strategis.
Uniknya, ketidakjelasan status ini memicu upaya klaim dari pihak luar. Kisah Jeremiah Heaton pada 2014 menjadi yang paling terkenal, di mana ia mengklaim wilayah tersebut sebagai "Kerajaan Sudan Utara" demi mewujudkan impian putrinya menjadi seorang putri. Meski demikian, klaim tersebut tidak diakui secara internasional dan Heaton justru mendapat kritik dari publik dunia sebagai imperialis modern.
Sumber: detik.com
