PULANG PISAU- Di tengah berkembangnya sektor usaha dan kuliner di Kabupaten Pulang Pisau, kehadiran Wong Solo Pulang Pisau menjadi warna baru bagi masyarakat setempat. Didirikan sejak 28 Februari 2026 lalu di Jalan Trans Kalimantan, Desa Anjir, Kecamatan Kahayan Hilir, rumah makan ini tidak hanya menghadirkan kuliner khas Nusantara bercita rasa Jawa, tetapi juga membawa semangat pemberdayaan masyarakat lokal.
Posisi rumah makan yang berada di jalur strategis Trans Kalimantan membuatnya cepat dikenal oleh masyarakat maupun pengguna jalan lintas dari berbagai daerah.
![]() |
Karyawan Rumah Makan Wong Solo Pulang Pisau menunjukkan menu andalan nasi liwet khas Wong Solo yang menjadi favorit pelanggan. Foto/IST |
Media Possindo belum lama ini berkesempatan mewawancarai Wahyu atul Qodri selaku Pimpinan Cabang Wong Solo di Pulang Pisau. Dikatakan Wahyu kehadiran Wong Solo di Pulang Pisau berangkat dari keyakinan bahwa daerah ini memiliki potensi ekonomi yang terus berkembang.
Kabupaten Pulang Pisau dinilai memiliki lalu lintas mobilitas masyarakat yang cukup tinggi karena menjadi salah satu jalur penghubung antardaerah di Kalimantan Tengah. Kondisi tersebut membuka peluang besar bagi usaha kuliner untuk berkembang, terutama rumah makan yang menawarkan kenyamanan sekaligus cita rasa yang sudah dikenal luas masyarakat Indonesia.
Tidak hanya fokus pada bisnis kuliner, Wong Solo Pulang Pisau juga merekrut tenaga kerja lokal sebagai karyawan. Saat ini, sekitar 30 orang karyawannya seluruhnya berasal dari Pulang Pisau yang sebelumnya dilatih khusus dalam bidang kuliner dan penyajian makanan.
Kabupaten Pulang Pisau dinilai memiliki lalu lintas mobilitas masyarakat yang cukup tinggi karena menjadi salah satu jalur penghubung antardaerah di Kalimantan Tengah. Kondisi tersebut membuka peluang besar bagi usaha kuliner untuk berkembang, terutama rumah makan yang menawarkan kenyamanan sekaligus cita rasa yang sudah dikenal luas masyarakat Indonesia.
Tidak hanya fokus pada bisnis kuliner, Wong Solo Pulang Pisau juga merekrut tenaga kerja lokal sebagai karyawan. Saat ini, sekitar 30 orang karyawannya seluruhnya berasal dari Pulang Pisau yang sebelumnya dilatih khusus dalam bidang kuliner dan penyajian makanan.
Langkah ini menjadi bentuk nyata dukungan terhadap peningkatan ekonomi masyarakat sekaligus membuka peluang kerja bagi generasi muda daerah agar memiliki pengalaman di bidang pelayanan dan usaha kuliner modern.
Dilanjutkan pria ramah senyum ini jika konsep yang diusung Wong Solo, yakni menghadirkan makanan dengan prinsip Halalan Thayyiban, yang artinya halal, bersih, dan menyehatkan. Dengan mengedepankan pelayanan bernuansa Islami serta cita rasa khas Jawa yang autentik, rumah makan ini mampu menarik perhatian masyarakat dari berbagai kalangan.
Dilanjutkan pria ramah senyum ini jika konsep yang diusung Wong Solo, yakni menghadirkan makanan dengan prinsip Halalan Thayyiban, yang artinya halal, bersih, dan menyehatkan. Dengan mengedepankan pelayanan bernuansa Islami serta cita rasa khas Jawa yang autentik, rumah makan ini mampu menarik perhatian masyarakat dari berbagai kalangan.
Menu andalan seperti ayam bakar khas Jawa, ayam goreng, dan aneka penyetan menjadi favorit pelanggan karena memiliki perpaduan rasa manis, gurih, dan sambal tradisional yang khas.
Brand Wong Solo Beri Jaminan Rasa Pada Pengunjung
Brand Wong Solo Beri Jaminan Rasa Pada Pengunjung
![]() |
| Pendiri Ayam Bakar Wong Solo, Puspo Wardoyo, sukses mengembangkan usaha kuliner khas Jawa dari warung kaki lima menjadi jaringan rumah makan berskala nasional hingga mancanegara. Foto/IST |
Dikatakan Wahyu jika antusiasme masyarakat terhadap kehadiran Wong Solo Pulang Pisau terlihat sejak awal pembukaannya. Promosi melalui media sosial membuat rumah makan ini cepat dikenal luas. Tidak sedikit pengunjung yang datang dari luar daerah dan sengaja singgah saat melintasi jalur Trans Kalimantan. Selain warga Pulang Pisau, pelanggan juga berasal dari daerah sekitar seperti Palangka Raya hingga pengguna jalan lintas antarkabupaten yang sedang melakukan perjalanan.
Secara nasional, nama Ayam Bakar Wong Solo memang telah lama dikenal masyarakat Indonesia. Rumah makan yang didirikan oleh Puspo Wardoyo pada tahun 1991 di Kota Medan tersebut berkembang dari sebuah warung kaki lima menjadi jaringan kuliner besar yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia bahkan hingga luar negeri. Filosofi nama “Wong Solo” yang berarti “Orang Solo” menjadi identitas kuat dalam mempertahankan cita rasa khas Jawa yang autentik hingga saat ini.
Lebih dari sekadar tempat makan, Wong Solo Pulang Pisau diharapkan mampu menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi daerah dan ikut memperkenalkan Kabupaten Pulang Pisau kepada masyarakat luas. Kehadiran usaha kuliner berskala nasional di daerah ini menjadi bukti bahwa Pulang Pisau memiliki daya tarik dan potensi besar untuk berkembang. Dengan dukungan masyarakat lokal serta semangat pemberdayaan daerah, Wong Solo diharapkan terus tumbuh bersama perkembangan Kabupaten Pulang Pisau ke depan. ( Dika)
******
Tags
Ragam


