
Wakil Ketua I DPRD Pulang Pisau, Yoppy Satriadi, Senin (8/6/2026).Foto/Dk
POSSINDO.COM, Pulang Pisau – Wakil Ketua I DPRD Pulang Pisau, Yoppy Satriadi, menyoroti kenaikan harga kebutuhan pokok yang dikeluhkan masyarakat, terutama LPG subsidi dan sejumlah bahan pangan, saat ditemui di Kantor DPRD Pulang Pisau, Senin (8/6/2026).
Di lapangan, harga LPG subsidi disebut mengalami kenaikan dari kisaran Rp16.000 sampai Rp19.000 per tabung menjadi sekitar Rp30.000 sampai Rp32.000, bahkan di tingkat pengecer dapat mencapai Rp35.000 sampai Rp40.000.
Ia juga menilai perlu adanya kejelasan di lapangan terkait penyebab kenaikan harga tersebut, apakah berasal dari distribusi resmi atau adanya praktik yang tidak sesuai di tingkat pelaksana.
Menanggapi hal tersebut, DPRD akan berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop) Pulang Pisau untuk menelusuri penyebab kenaikan serta mendorong pengawasan di lapangan, termasuk evaluasi kinerja internal dan langkah pengawasan harga.
“Ya mungkin nanti kami akan telepon dinas terkait. Karena untuk urusan teknis ada di Disperindagkop. Nanti akan kami sampaikan agar dilakukan langkah pengawasan, termasuk sidak pasar,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebelum melangkah lebih jauh ke pihak pangkalan, DPRD akan memastikan terlebih dahulu kondisi di lapangan bersama dinas teknis agar persoalan dapat dipetakan secara jelas.
“Kalau memang perlu, bisa saja dipanggil. Tapi kami harus pastikan dulu dari dinas terkait supaya jelas duduk persoalannya,” tambahnya.
DPRD juga menekankan pentingnya langkah bersama antara pemerintah daerah, dinas teknis, dan pelaku distribusi agar kenaikan harga tidak terus membebani masyarakat.
Ia menegaskan, DPRD akan terus memantau perkembangan harga di lapangan dan memastikan Disperindagkop segera mengambil langkah konkret agar stabilitas harga dapat kembali terjaga.(DK)