Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 Jangkau Lima Pulau Terpencil di Kalimantan Selatan

Pelepasan KRI Hiu-634 dalam rangka Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 di Kalimantan Selatan yang akan melayani masyarakat di lima pulau wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T). Foto/IST

BANJARMASIN – Bank Indonesia (BI) bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) kembali melaksanakan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 untuk memastikan ketersediaan uang Rupiah layak edar di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T). Di Kalimantan Selatan, kegiatan yang berlangsung pada 9–15 Juni 2026 tersebut akan menjangkau lima pulau, yakni Matasiri, Marabatuan, Kerayaan, Kerasian, dan Laut Timur.

Pelaksanaan ERB 2026 di Kalimantan Selatan ditandai dengan pelepasan KRI Hiu-634 yang dihadiri Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin, Asisten Gubernur Bank Indonesia Anwar Bashori, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan Haris Munandar, Komandan Lanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Galih Nurna Putra, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Dalam sambutannya, Gubernur H. Muhidin menyampaikan bahwa ERB 2026 mengemban tiga misi utama, yakni menyediakan layanan kas keliling guna memenuhi kebutuhan uang layak edar di wilayah 3T, meningkatkan literasi keuangan melalui edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah serta perluasan QRIS, dan memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat di kepulauan. Ia juga mengapresiasi sinergi yang terjalin antara Bank Indonesia dan TNI AL dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat.

Bank Indonesia menjelaskan bahwa distribusi uang Rupiah di Indonesia masih menghadapi tantangan geografis karena kondisi wilayah yang terdiri dari ribuan pulau dan keterbatasan infrastruktur. Oleh sebab itu, kerja sama dengan TNI AL terus diperkuat untuk memastikan masyarakat di wilayah terpencil tetap memperoleh akses terhadap uang Rupiah layak edar sekaligus memperkuat kedaulatan ekonomi negara.

Secara nasional, ERB 2026 akan menjangkau 115 pulau di 19 provinsi. Sejak dilaksanakan pada 2012, program ini telah menjangkau 766 pulau melalui 150 kegiatan kas keliling. Pada 2025, ERB berhasil melayani 91 pulau dengan nilai penukaran uang mencapai Rp154,4 miliar. Bank Indonesia menegaskan akan terus memperluas layanan kas dan meningkatkan edukasi kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga kedaulatan Rupiah hingga ke pelosok negeri. ( Rilis/Gn)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال