
Kepala Disdagrin Barito Utara M. Mastur turut memberikan pemaparan mengenai aplikasi SIDAGRI. Foto/IST
POSSINDO.COM, Muara Teweh – Pemerintah Kabupaten Barito Utara terus mengakselerasi transformasi digital dalam penyelenggaraan pemerintahan melalui peluncuran Sistem Informasi Arsip Digital Disdagrin (SIDAGRIN) guna mengubah pengelolaan dokumen konvensional menjadi digital di Muara Teweh, Selasa (7/7/2026).
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Barito Utara, M. Mastur, menyampaikan bahwa inovasi SIDAGRIN dirancang sebagai bentuk adaptasi terhadap kemajuan teknologi informasi sekaligus langkah nyata meningkatkan kualitas tata kelola administrasi di jajaran birokrasi daerah.
“SIDAGRIN kami hadirkan sebagai inovasi untuk mendukung transformasi digital di lingkungan Disdagrin. Melalui sistem ini, dokumen yang sebelumnya dikelola secara fisik kini dapat diarsipkan secara digital sehingga lebih mudah diakses, dicari, dan dimanfaatkan sesuai kebutuhan,” ujar Mastur.
Ia menjelaskan, skema digitalisasi arsip tersebut memberikan dampak positif yang luas beyond pembenahan tempat penyimpanan dokumen semata, di antaranya mempercepat durasi pencarian berkas, meningkatkan keamanan data, memperrapi penataan, hingga menekan konsumsi kertas (paperless).
“Pengelolaan arsip secara digital akan meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja aparatur, sekaligus menciptakan sistem administrasi yang lebih tertib, aman, dan akuntabel,” katanya.
Pengoperasian SIDAGRIN juga dinilai selaras dengan arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Barito Utara di bawah kepemimpinan Bupati Shalahuddin yang gencar membangun tata kelola pemerintahan cerdas (Smart Governance) berbasis transparansi, efisiensi, dan efektivitas pelayanan publik.
Di samping memangkas biaya operasional penggandaan berkas fisik, keberadaan platform arsip digital ini diproyeksikan mampu mengeliminasi potensi kerusakan maupun kehilangan dokumen penting milik daerah.
Menutup keterangannya, M. Mastur berharap penerapan SIDAGRIN tidak sekadar mengubah sistem penyimpanan laporan, melainkan menjadi pemicu lahirnya transformasi budaya kerja para ASN menuju birokrasi modern, responsif, dan profesional. (Wan)