Bapanas Ungkap Penyebab Harga Beras Mahal, Ternyata Dipicu Harga Gabah Naik

 

Beras Masih Mahal, Bapanas Pastikan Bantuan Pangan Tahap II Cair Agustus 2026. Foto/ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

POSSINDO.COM,  Ekonomi - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengungkap penyebab harga beras mahal di sejumlah daerah beberapa waktu terakhir.

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), rerata nasional harga beras mencapai Rp15.499 per kilogram (kg).

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa menjelaskan harga beras yang beredar di masyarakat mengikuti harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani. Ia menyebut saat ini rerata harga GKP mencapai Rp7.000 per kg.

"Kalau GKP-nya tinggi, di atas Rp7.000, tentu harga beras kan tidak mungkin di eceran ya, karena kita membuat asumsi harga eceran tertinggi itu dengan GKP 6.500. Kalau GKP-nya lebih dari 6.500, tentu tidak akan bisa sesuai dengan harga eceran," ujar Ketut saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa (14/7).

Meski begitu, Ketut menegaskan harga GKP yang tinggi tentu menguntungkan bagi petani karena dapat mendorong Indonesia menjadi swasembada beras.

"Petani kita lagi bahagia. Nah, kalau kita ingin menjadi negara produsen, ingin swasembada, tentu ini sisi positif. Kenapa? Karena harganya nyaman bagi petani kita, nyaman bagi petani kita untuk berproduksi," terangnya.

Untuk merespons harga beras yang mahal, Bapanas bakal menggelontorkan bantuan pangan tahap dua berupa beras kepada 33,24 juta penerima pada Agustus 2026 mendatang.

"Tahap kedua tadi diputuskan akan dilakukan, disekaliguskan di bulan Agustus. Ya, mungkin sampai lewat September karena kondisi geografis," ujar Ketut.

Sumber : cnnindonesia.com

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال