| Ketua PW GP Ansor Kalimantan Tengah, Arjoni. Foto/Gd. |
POSSINDO.COM, PALANGKA RAYA-Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Kalimantan Tengah menyiapkan sejumlah program penguatan ekonomi kader sekaligus mengerahkan Barisan Ansor Serbaguna untuk membantu pemerintah menangani kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah.
Komitmen tersebut disampaikan Ketua PW GP Ansor Kalimantan Tengah, Arjoni, setelah Pelantikan Pengurus Wilayah dan Pengurus Cabang GP Ansor se-Kalimantan Tengah Masa Khidmat 2025–2029 yang dirangkai dengan Seminar Dialog Nasional di Aula Jayang Tingang Lantai II Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Kamis (6/8/2026).
Arjoni menyampaikan, kepengurusan yang baru dilantik akan segera menggelar Rapat Kerja Wilayah untuk menyusun arah kebijakan dan program organisasi selama masa khidmat mendatang.
"Besok kami akan melaksanakan Rapat Kerja Wilayah GP Ansor. Setelah pelantikan ini, kami akan menjalankan arahan Ketua Umum, terutama dalam mewujudkan kemandirian ekonomi kader dan kemandirian ekonomi organisasi," ujarnya.
Menurutnya, PW GP Ansor Kalteng telah memiliki sejumlah perangkat strategis, meliputi Badan Usaha Milik Ansor, Usaha Gotong Royong, Patriot Ketahanan Pangan, serta Satuan Koordinasi Wilayah Banser. Seluruh perangkat tersebut akan menjalankan perannya masing-masing dalam memperkuat organisasi dan meningkatkan kesejahteraan kader.
Satkorwil Banser akan berperan menjaga ulama dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sementara Badan Usaha Milik Ansor diproyeksikan menjadi penggerak utama pengembangan usaha dan kemandirian ekonomi organisasi.
"Tadi Ketua Umum menyampaikan bahwa Ansor memiliki 10 holding perusahaan berbentuk perseroan terbatas (PT). Ke depan, ini akan kami komunikasikan dengan pemerintah daerah maupun dunia usaha sebagai bagian dari pengembangan kemandirian Gerakan Pemuda Ansor," jelas Arjoni.
Program Usaha Gotong Royong juga mulai dijalankan melalui berbagai kegiatan produktif. Dalam waktu dekat, GP Ansor Kalteng dijadwalkan melakukan panen ayam pedaging dan ayam kampung yang dikembangkan sebagai salah satu usaha ekonomi kader.
Selain menjalankan program ekonomi, GP Ansor Kalteng juga menyatakan kesiapan membantu pemerintah dalam mencegah dan menanggulangi karhutla. Sebanyak 300 personel Banser telah diserahkan secara simbolis setelah mengikuti apel gelar pasukan.
"Kami sangat mendukung upaya pemerintah dalam pencegahan dan penanggulangan karhutla. Tadi kami telah mengikuti apel gelar pasukan dan secara simbolis menyerahkan 300 personel Banser. Selanjutnya kami menginstruksikan seluruh pengurus cabang agar membantu pemerintah, TNI, dan Polri dalam penanggulangan karhutla di wilayah masing-masing," katanya.
Arjoni menambahkan, GP Ansor akan terus menjaga nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah, memperkuat persaudaraan, serta merawat persatuan dan toleransi di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Tengah.
"Gerakan Pemuda Ansor berkomitmen meneguhkan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah yang rahmatan lil alamin di Bumi Tambun Bungai, Bumi Pancasila, Kalimantan Tengah. Kami akan terus menjaga ukhuwah, persatuan, dan toleransi. Sejak lahir, Ansor hadir sebagai penolong bagi seluruh lapisan masyarakat," tegasnya.
Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor, Addin Jauharudin, mengapresiasi hubungan dan kerja sama yang telah terbangun antara GP Ansor dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.
"Saya mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang telah dilantik. Saya melihat hubungan antara Ansor dan pemerintah daerah di Kalimantan Tengah sangat baik. Semoga ini menjadi pemacu bagi daerah-daerah lainnya," ujarnya.
Addin juga menginstruksikan seluruh anggota Banser agar tetap berada dalam satu komando dan siap membantu pemerintah daerah menghadapi ancaman karhutla yang dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat dan aktivitas perekonomian.
"Saya minta sahabat-sahabat Banser siap menyumbangkan tenaga, pikiran, dan tetap satu komando untuk membantu apa pun yang dibutuhkan pemerintah daerah dalam memadamkan karhutla. Ini sangat penting agar ekonomi dapat tumbuh lebih cepat dan masyarakat tetap sehat tanpa terganggu kabut asap," katanya.
Selain kesiapsiagaan menghadapi karhutla, Addin mendorong pengurus GP Ansor Kalteng memanfaatkan besarnya potensi sumber daya alam daerah melalui pengembangan industri pengolahan dan hilirisasi.
Menurutnya, luas wilayah Kalimantan Tengah yang tidak sebanding dengan jumlah penduduk menjadi peluang bagi GP Ansor untuk berperan dalam pemberdayaan potensi ekonomi di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota.
"Kalau ada potensi perikanan, pikirkan bagaimana pengolahannya. Kalau ada sawit, kelapa, atau hasil perkebunan lainnya, mari kita bangun hilirisasinya sehingga masyarakat tidak hanya menjual bahan baku, tetapi juga memperoleh nilai tambah dari produk turunannya," jelas Addin.
Ia menilai kerja sama dengan pemerintah, dunia usaha, dan investor perlu diperkuat agar industri pengolahan dapat berkembang di Kalimantan Tengah, membuka lapangan pekerjaan, serta memberikan nilai tambah bagi produk lokal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Gd)
Tags
Kalimantan Tengah