Bupati Ketapang Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan Karhutla Selama Musim Kemarau

IMBAUAN KARHUTLA – Bupati Ketapang Aleksander Wilyo mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta dampak kekeringan selama musim kemarau 2026. Foto/IST

KETAPANG – Bupati Ketapang Aleksander Wilyo, S.STP., M.Si., mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Ketapang untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta dampak kekeringan selama musim kemarau 2026. Imbauan tersebut disampaikan menyusul prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dan lebih kering dibandingkan kondisi normal, dengan puncaknya diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September 2026.

Menurut Bupati Aleksander, pencegahan Karhutla tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah, tetapi memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Pemerintah desa, dunia usaha, kelompok tani, hingga masyarakat umum diharapkan dapat bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah munculnya titik api selama musim kemarau berlangsung.

"Pemerintah Kabupaten Ketapang mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan maupun lahan. Kesadaran dan kepedulian bersama menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman Karhutla," ujar Aleksander Wilyo.

Pemerintah Kabupaten Ketapang juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, menggunakan air secara bijak, meningkatkan kewaspadaan terhadap sumber api, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kondisi darurat yang berpotensi menimbulkan bencana. Selain itu, warga diminta mengantisipasi dampak kekeringan dengan menjaga sumber-sumber air dan memanfaatkan cadangan air secara efisien guna mendukung kebutuhan rumah tangga maupun sektor pertanian.

Bupati Aleksander menegaskan bahwa pembakaran lahan merupakan tindakan yang melanggar hukum dan dapat menimbulkan kerugian besar bagi kesehatan, lingkungan, serta perekonomian masyarakat. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Ketapang bersama BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, perusahaan perkebunan, dan berbagai pihak terkait terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla. Pemerintah berharap seluruh masyarakat dapat berpartisipasi aktif menjaga lingkungan demi melindungi keselamatan serta kelestarian alam Bumi Kayong selama musim kemarau 2026. ( Aliak)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال