
Pemkab Pulang Pisau mendorong pemetaan potensi Desa Pamarunan
berbasis kearifan lokal, penguatan SDM, dan keberlanjutan lingkungan, Kamis
(27/8/2026). Foto/IST
POSSINDO.COM, PULANG PISAU – Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau mendorong Desa Pamarunan, Kecamatan Kahayan Tengah, untuk mengoptimalkan berbagai potensi yang dimiliki melalui perencanaan pembangunan yang terarah dan berkelanjutan.
Upaya tersebut dilakukan melalui diskusi terarah dalam rangka Penyusunan Kajian Potensi Desa Pamarunan yang digelar di Aula Desa Pamarunan, Kamis (27/8/2026).
Wakil Bupati Pulang Pisau Ahmad Jayadikarta mengatakan, kajian potensi desa diperlukan agar berbagai sumber daya yang dimiliki dapat dipetakan dan dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, Pulang Pisau memiliki beragam modal pembangunan yang dapat dikembangkan, baik dari sektor pertanian dan perkebunan maupun potensi sosial budaya serta kelembagaan masyarakat.
Namun, besarnya potensi tersebut membutuhkan perencanaan yang matang agar mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Desa harus mampu mengenali kekuatan yang dimiliki, memahami tantangan yang dihadapi, serta menentukan arah pengembangan yang selaras dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Ahmad.
Ia berharap kajian yang sedang disusun tidak hanya menjadi kelengkapan administratif. Lebih dari itu, hasil kajian harus mampu memberikan gambaran yang jelas mengenai potensi desa sekaligus menjadi dasar dalam menentukan langkah pembangunan ke depan.
“Kajian potensi ini kita harapkan tidak sekadar menjadi dokumen administratif, tetapi mampu menghasilkan rekomendasi yang konkret, realistis, dan dapat ditindaklanjuti,” tegasnya.
Ahmad menilai, pemetaan potensi secara menyeluruh dapat membantu pemerintah desa menentukan prioritas pembangunan sekaligus mengarahkan pemanfaatan sumber daya agar memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Dengan adanya kajian tersebut, Desa Pamarunan diharapkan memiliki arah pengembangan yang lebih terukur serta mampu mengelola potensi lokal secara terpadu tanpa mengabaikan keberlanjutan lingkungan.(Wahid)