Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. Foto/BPMI Setpres
POSSINDO.COM, Ekonomi - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meyakini harga beras di pasaran akan turun setelah aparat mengungkap dugaan pengoplosan beras subsidi program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi beras premium.
Menurut Amran, praktik tersebut membuat beras yang seharusnya dijual dengan harga terjangkau justru dipasarkan dengan harga lebih tinggi. Ia menilai penindakan terhadap pelaku dapat membantu menekan harga beras di pasaran.
Meski demikian, Amran belum merinci besaran penurunan harga maupun waktu realisasinya.
“Sudah pasti turun (harga beras di pasaran). Yang ini (beras SPHP) harganya kan harusnya Rp12 ribu (per kilogram), dijual Rp17 ribu. Turun enggak (harga beras) kalau ditangkapi kayak gini? Ya sudah, otomatis (turun),” ujar Amran saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di salah satu pasar beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta Timur, Rabu (28/10).
Amran mengatakan dugaan pengoplosan beras SPHP berpotensi merugikan petani maupun konsumen. Ia menyebut sekitar 115 juta petani padi dan 286 juta penduduk Indonesia berkaitan dengan rantai produksi serta konsumsi beras.
Ia juga menegaskan bahwa penyalahgunaan beras bersubsidi bertentangan dengan tujuan pemerintah untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau.
“Ini (beras SPHP) subsidi di hilir. Ini disubsidi, kalau tidak salah ya, boleh dicek nanti, Rp6.000 per kg, SPHP. Harusnya ini dijual Rp12.500, tapi dijual Rp17 ribu,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menyoroti pentingnya pengawasan distribusi beras SPHP agar penyaluran bantuan pemerintah tepat sasaran dan manfaat subsidi dapat dirasakan masyarakat. Namun, dampak penindakan terhadap harga beras masih perlu dilihat melalui perkembangan harga di pasaran.
Sumber : cnnindonesia.com