![]() |
| Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Foto/Getty Images |
POSSINDO.COM, Nasional – Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa Kepolisian Negara Republik Indonesia tidak akan mengeluarkan izin pesta kembang api pada malam puncak pergantian Tahun Baru 2026, Rabu (31/12). Kebijakan tersebut diambil sebagai bentuk empati dan solidaritas atas duka nasional akibat bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra.
Kapolri menjelaskan, Indonesia masih berada dalam suasana kebatinan yang sama menyusul bencana alam yang terjadi secara sporadis di tiga provinsi di Sumatra pada akhir November lalu. Oleh karena itu, perayaan tahun baru diminta tidak dilakukan secara berlebihan.
“Yang jelas dari Mabes, kami tidak memberikan izin untuk perayaan kembang api yang biasa dilaksanakan di tutup tahun,” kata Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo saat ditemui di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Selasa (23/12).
Ia menyebutkan, Mabes Polri juga tidak memberikan rekomendasi penggunaan kembang api kepada daerah. Namun demikian, teknis pengawasan, razia, serta penerapan sanksi diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing kepolisian daerah (Polda).
“Kami tidak memberikan rekomendasi untuk penggunaan kembang api akhir tahun karena kita tahu situasi saat ini semuanya sedang menghadapi suasana kebatinan yang sama, dan kita sama-sama mendoakan saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Sumatra,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kapolri mengimbau masyarakat agar mengisi malam pergantian tahun dengan kegiatan yang lebih bermanfaat dan bermakna, seperti doa bersama bagi para korban bencana dan keselamatan bangsa.
“Tentunya kami imbau kepada masyarakat agar kegiatan-kegiatannya lebih banyak digunakan untuk yang bersifat doa untuk Sumatra, doa untuk negeri,” katanya.
Kapolri berharap masyarakat dapat memahami kebijakan tersebut serta ikut merasakan empati terhadap warga yang tengah menghadapi musibah. Menurutnya, semangat kebersamaan dan kepedulian sosial jauh lebih penting dibandingkan euforia perayaan.
“Karena kita tahu situasi saat ini, semuanya sedang menghadapi situasi yang kita harapkan kita merasakan suasana kebatinan yang sama,” tutur jenderal bintang empat Polri itu.
Sumber: cnnindonesia.com
