Fasilitas produksi migas PT Pertamina Internasional EP
(PIEP).Foto/ ANTARA/HO-Pertamina Internasional EP |
POSSINDO.COM, Ekonomi – PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya, PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP), memastikan bahwa operasional dan aset minyak dan gas (migas) milik Indonesia di Venezuela tetap berjalan normal. Kepastian ini muncul di tengah kekhawatiran global menyusul kabar penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh otoritas Amerika Serikat.
Manager Relations PIEP, Dhaneswari Retnowardhani, menegaskan bahwa hingga saat ini perkembangan situasi geopolitik di negara Amerika Selatan tersebut belum memberikan dampak negatif terhadap fasilitas maupun personel di lapangan.
"Sehubungan dengan perkembangan situasi terkini, berdasarkan pemantauan yang dilakukan, hingga saat ini tidak terdapat dampak terhadap aset dan staf Maurel & Prom (M&P) di Venezuela," ujar Dhaneswari dalam keterangan tertulisnya, Selasa (6/1/2026).
Pantau Ketat Geopolitik dan Keamanan
Sebagai langkah antisipasi, Pertamina terus melakukan pemantauan ketat terhadap stabilitas keamanan di Venezuela. Koordinasi intensif juga dilakukan dengan pihak otoritas terkait untuk memastikan perlindungan terhadap investasi negara.
"Kami menjalin koordinasi yang berkelanjutan dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Caracas sebagai bagian dari langkah kehati-hatian dan komitmen perusahaan dalam memastikan keselamatan serta keberlangsungan operasional," tambah Dhaneswari.
Jejak Aset Pertamina di Venezuela
Indonesia memiliki kepentingan besar di Venezuela melalui Maurel & Prom (M&P), di mana PIEP memegang saham mayoritas sebesar 71,09%. Melalui kepemilikan tersebut, Pertamina mengelola beberapa lapangan minyak strategis, antara lain:
Petroregional (Urdaneta West): Memegang 50% saham dengan tingkat produksi sekitar 40% (setara 32% secara neto bagi M&P).
Lagopetrol (Block 70/80): Memiliki 10% kepemilikan melalui Integra, dengan kontribusi produksi neto sekitar 2,635% bagi M&P.
Meskipun tensi politik antara Amerika Serikat dan Venezuela meningkat tajam, Pertamina berkomitmen untuk tetap menjaga keberlangsungan produksi demi memperkuat ketahanan energi nasional dari aset luar negeri.
Sumber: cnbcindonesia.com
