![]() |
| Balapan liar oleh anak-anak muda dimalam hari, belakangan mulai marak dilakukan pada jalan-jalan Kota Kabupaten kapuas. Foto /Ilustari AI |
POSSINDO.COM, KUALA KAPUAS – Fenomena balap liar di wilayah Kapuas kembali menjadi sorotan publik. Memasuki bulan Ramadhan, aktivitas tersebut justru semakin marak, terutama pada malam hingga menjelang waktu sahur. Jalan-jalan utama berubah menjadi arena adu kecepatan motor modifikasi, lengkap dengan kerumunan penonton yang memadati sisi jalan.
Sejumlah warga mengaku resah. Selain mengganggu waktu istirahat, balap liar juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Pengendara umum yang melintas di jam-jam tersebut harus ekstra waspada. “Takutnya bukan cuma yang balapan celaka, tapi pengguna jalan lain ikut jadi korban,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Ironisnya, fenomena ini terjadi di bulan suci yang identik dengan peningkatan aktivitas ibadah. Alih-alih diisi kegiatan positif, sebagian remaja justru memanfaatkan momen ini untuk adu kecepatan di jalan raya.
Sorotan pun mengarah pada pemerintah daerah dan aparat penegak hukum. Pasalnya, balap liar bukan persoalan baru di Kapuas. Lokasi dan waktu pelaksanaannya relatif bisa diprediksi, terutama setelah salat tarawih hingga dini hari. Namun penindakan yang dilakukan dinilai belum maksimal dan cenderung bersifat sementara.
Pengamat sosial Abdul Khair, menilai pendekatan yang dilakukan selama ini masih reaktif. "Razia dilakukan ketika situasi sudah ramai atau setelah adanya keluhan yang viral di media sosial. Tanpa pengawasan rutin dan strategi pencegahan jangka panjang, balap liar hanya berpindah lokasi". Ujar nya
Masyarakat mendesak adanya langkah konkret. Selain patroli intensif di jam rawan, penindakan terhadap kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi teknis juga harus dilakukan secara tegas. Efek jera dinilai penting agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap tahun, khususnya saat Ramadhan.
Di sisi lain, pemerintah juga didorong untuk menyediakan wadah positif bagi komunitas otomotif. Event balap resmi atau pembinaan terarah bisa menjadi solusi alternatif agar minat dan hobi anak muda tersalurkan tanpa membahayakan publik.
Balap liar bukan sekadar pelanggaran lalu lintas, melainkan persoalan ketertiban umum dan keselamatan warga. Jika kondisi ini terus dibiarkan, masyarakat berhak mempertanyakan sejauh mana komitmen pemerintah dan aparat dalam menjaga keamanan selama bulan suci.
Ramadhan seharusnya menjadi momentum refleksi dan perbaikan diri. Namun selama jalanan Kapuas masih berubah menjadi sirkuit liar setiap malam, keresahan warga akan terus membayangi. (Lukman)
Tags
Kapuas
