
Suasana rapat koordinasi antara tim teknis Dinas PUPR Barito Utara dengan tenaga ahli Kementerian PU di Jakarta, (24/02/2026). Foto/IST
POSSINDO.COM, Barito Utara – Langkah strategis diambil oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Barito Utara dengan menyambangi Balai Jembatan Kementerian Pekerjaan Umum di Jakarta pada (24/02/2026). Pertemuan tingkat tinggi ini dilakukan untuk mematangkan kesiapan teknis serta sinkronisasi regulasi terkait proyek pembangunan Jembatan Lahei, Jembatan Sikan, dan Jembatan Lemo yang menjadi infrastruktur vital bagi masyarakat di sepanjang aliran Sungai Barito.
Kepala Dinas PUPR Barito Utara, Muhammad Iman Topik, memimpin langsung delegasi tim teknis daerah guna memastikan standarisasi bangunan jembatan tersebut memenuhi kriteria nasional. Dalam diskusi tersebut, pihaknya menekankan bahwa “Kami ingin memastikan pembangunan tiga jembatan ini mendapatkan dukungan teknis penuh dari Balai Jembatan Kementerian PU, terutama dalam hal review desain dan aspek konstruksi. Ini penting agar pembangunan berjalan efektif, aman, dan tepat waktu,” kata Muhammad Iman Topik saat dihubungi dari Muara Teweh, Selasa.
Sinergi antara pemerintah daerah dan pusat ini merupakan bagian dari upaya verifikasi mendalam terhadap rancangan struktur rangka baja yang akan digunakan pada ketiga titik lokasi tersebut. Pihak dinas memandang bahwa pengawasan dari kementerian akan memperkuat jaminan keamanan konstruksi mengingat bentang jembatan yang cukup panjang. Muhammad Iman Topik juga menambahkan bahwa "Keberadaan jembatan tersebut nantinya akan memperlancar arus transportasi orang dan barang, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah seberang Sungai Barito," ungkapnya menekankan manfaat proyek tersebut.
Respons positif diberikan oleh Kepala Balai Jembatan Kementerian PU, Armaen Adekristi, yang menyetujui percepatan proses tinjauan teknis terhadap dokumen rancang bangun yang diajukan. Balai Jembatan berkomitmen memberikan asistensi penuh mengingat urgensi proyek ini dalam membuka isolasi geografis di beberapa wilayah pedalaman Kalimantan Tengah. Review desain akan segera dijadwalkan secara maraton agar proses lelang atau kelanjutan fisik di lapangan tidak mengalami kendala administratif.
Proyek-proyek tersebut mencakup pembangunan Jembatan Rangka Baja B150 Sikan–Tumpung Laung, jembatan B120 Lahei–Lahei Seberang, serta progres lanjutan pada bentang B120 Lemo–Lemo Seberang yang sangat dinantikan warga. Tim ahli dari pusat akan mendampingi Dinas PUPR dalam melakukan pengujian material maupun kekuatan fondasi agar sesuai dengan beban muatan yang direncanakan. Sinkronisasi ini menjadi jaminan bahwa aset daerah yang dibangun dengan dana besar tersebut memiliki daya tahan jangka panjang.
Bupati Barito Utara, Shalahuddin, di tempat terpisah menyampaikan bahwa pemenuhan akses penghubung antarwilayah merupakan fokus utama kepemimpinannya untuk memeratakan pembangunan. Menurut orang nomor satu di Bumi Iya Mulik Bengkang Turan ini, “Pembangunan jembatan ini bukan hanya soal infrastruktur fisik, tetapi tentang membuka keterisolasian wilayah, mempercepat mobilitas masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Ini adalah bagian dari kesungguhan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar pembangunan di Barito Utara,” tegasnya dengan penuh optimisme.
Melalui koordinasi yang intensif ini, diharapkan pengerjaan fisik ketiga jembatan tersebut dapat dipacu lebih cepat tanpa mengesampingkan standar keselamatan publik. Keberadaan tiga jembatan besar ini diproyeksikan akan mengubah wajah transportasi daerah dan memangkas waktu tempuh antar-kecamatan secara signifikan. Pemerintah daerah optimis bahwa dukungan dari Kementerian PU akan menjadi katalisator bagi terwujudnya kemandirian ekonomi masyarakat melalui jalur distribusi darat yang lebih mumpuni. ( Wan)