![]() |
Penampakan Hai Bukit Rawi Kafe di tepi Jalan Lintas Kalimantan, Desa Bukit Rawi, Kecamatan Kahayan Tengah, yang menjadi tempat singgah dan ruang berkumpul bagi warga serta para pelintas. Foto/IST |
POSSINDO.COM, -Di tepi Jalan Lintas Kalimantan, di kawasan Desa Bukit Rawi, Kecamatan Kahayan Tengah, berdiri sebuah kafe bernama Hai Bukit Rawi. Namanya sederhana “Hai”sebuah sapaan hangat untuk siapa saja yang melintas. Sebuah panggilan kecil penuh harap, agar orang-orang tak sekadar lewat, tetapi mau singgah, duduk sejenak, dan mengenal Bukit Rawi lebih dekat.
Kafe ini lahir pada April 2021 dari mimpi sepasang suami istri, Devina Oktarina dan Jimmy. Bagi Devina, Bukit Rawi bukan sekadar lokasi usaha. Di sanalah orang tuanya tinggal, di sanalah ada kenangan masa kecil dan ikatan emosional yang kuat. Mendirikan usaha di kampung halaman menjadi cara sederhana untuk membalas kedekatan itu, sekaligus membuka peluang bagi masyarakat sekitar.
Awalnya, Hai Bukit Rawi hanyalah sebuah bangunan kecil dengan konsep kopi ready to go. Para pelintas jalan trans yang lelah bisa berhenti sebentar, memesan minuman, lalu melanjutkan perjalanan. Namun waktu membawa perubahan. Tempat duduk mulai ditambahkan, menu makanan berkembang, hingga hadir menu gelato buatan sendiri yang kini menjadi salah satu andalan. Dari satu bangunan kecil, Hai Bukit Rawi tumbuh menjadi ruang pertemuan yang hangat.
Kafe dengan Konsep Alam
![]() |
| Suasana eksterior Hai Bukit Rawi Kafe yang berdiri di kawasan Bukit Rawi dan menjadi pilihan tempat bersantai masyarakat Kahayan Tengah. Foto/IST |
Konsep back to nature dipilih bukan tanpa alasan. Bukit Rawi lekat dengan alam, pepohonan rindang, udara yang lebih sejuk, dan suasana yang jauh dari hiruk pikuk kota. Kayu, tanaman hijau, pencahayaan alami, dan desain terbuka menjadi ciri khas tempat ini. Duduk di sana, pengunjung bisa merasakan ketenangan yang sederhana, angin yang berembus pelan, suara alam, dan obrolan ringan yang mengalir tanpa tergesa.
Menu yang ditawarkan pun mengikuti selera anak muda, tanpa meninggalkan kenyamanan bagi semua kalangan. Creamy Lotus dan Hai Fruit Tea menjadi favorit, disandingkan dengan berbagai varian kopi susu dan americano. Untuk makanan, ada tongkol suwir, beef rice bowl, chicken teriyaki, hingga ramyun ala drama Korea. Sementara itu, gelato dengan tekstur lembut dan rasa yang kuat menjadi penutup manis yang diproduksi langsung di dapur Hai Bukit Rawi.
Harga Terjangkau
Menu yang ditawarkan pun mengikuti selera anak muda, tanpa meninggalkan kenyamanan bagi semua kalangan. Creamy Lotus dan Hai Fruit Tea menjadi favorit, disandingkan dengan berbagai varian kopi susu dan americano. Untuk makanan, ada tongkol suwir, beef rice bowl, chicken teriyaki, hingga ramyun ala drama Korea. Sementara itu, gelato dengan tekstur lembut dan rasa yang kuat menjadi penutup manis yang diproduksi langsung di dapur Hai Bukit Rawi.
Harga Terjangkau
![]() |
| Pemilik Hai Bukit Rawi Kafe, Devina Oktarina dan Jimmy yang merupakan suami istri, berdiri di depan kafe yang mereka rintis bersama sebagai wujud semangat UMKM lokal. Foto/IST |
Dengan harga yang terjangkau, antara Rp15.000 hingga Rp35.000, kafe ini menjadi ruang yang inklusif. Pelajar dari sekitar SMA, masyarakat sekitar, hingga pelintas jalan yang singgah sebentar menjadi bagian dari cerita hariannya. Empat tenaga kerja lokal kini turut menghidupkan tempat ini, sebuah langkah kecil yang diharapkan bisa terus bertambah di masa depan.
Bagi Devina dan Jimmy, Hai Bukit Rawi bukan sekadar tempat nongkrong. Ia adalah harapan yang tumbuh perlahan dengan harapan agar Bukit Rawi semakin dikenal, agar anak-anak muda punya ruang berkumpul yang nyaman, dan agar kampung halaman bisa berkembang tanpa kehilangan jati dirinya. Dari sebuah sapaan sederhana, “Hai”, lahirlah ruang yang menyatukan perjalanan, kenangan, dan masa depan dalam satu tempat yang hangat.
Dukungan Camat dan Kades untuk UMKM Bukit Rawi
Camat Kahayan Tengah, Siswo, berharap para pelaku UMKM mampu membaca situasi serta menyesuaikan produk dengan kebutuhan riil masyarakat. Di tengah kondisi ekonomi yang masih terbatas, dirinya menekankan agar produk UMKM bisa enawarkan harga lebih terjangkau serta bisa beradaptasi dan memahami kondisi pasar.
Dirinya mengapresiasi kehadiran Hai Bukit Rawi Kafe yang menambah pilihan tempat berkumpul bagi masyarakat Kahayan Tengah maupun para pelintas Jalan Lintas Kalimantan. Sehingga turut menyemarakkan geliat usaha di wilayah itu. Kedepan, ia berharap semakin banyak UMKM yang tumbuh di Kahayan Tengah guna memperkuat perekonomian daerah.
Dukungan serupa disampaikan Kepala Desa Bukit Rawi, Kilat Alut. Ia menyampaikan bahwa keberadaan kafe ini memberikan dampak positif, khususnya dengan terbukanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.
“Saya berharap ke depan Hai Bukit Rawi Kafe dapat terus berkembang dan semakin maju, sehingga mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja dari Desa Bukit Rawi serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi perekonomian desa,” ujarnya. (Dika)


