
Kepala Diskominfosandi Barito Utara Mochamad Ikhsan saat memberikan paparan teknis mengenai rencana pembangunan BTS dalam forum Musrenbang, (13/03/2026). Foto/IST
POSSINDO.COM, Muara Teweh – Langkah konkret diambil oleh Pemerintah Kabupaten Barito Utara melalui instansi teknis terkait guna menjawab keluhan masyarakat mengenai keterbatasan sinyal telekomunikasi dalam forum Musrenbang RKPD pada (13/03/2026). Dalam pertemuan strategis di tingkat kecamatan tersebut, dipastikan bahwa salah satu titik blank spot di wilayah pedalaman akan segera mendapatkan penanganan melalui pembangunan infrastruktur pemancar guna menunjang kelancaran informasi dan akses digital bagi warga desa.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Barito Utara menjelaskan bahwa usulan warga telah masuk dalam peta jalan pembangunan infrastruktur daerah jangka menengah secara komprehensif. Sesuai dengan hasil verifikasi lapangan, pihaknya menekankan bahwa “Untuk Desa Muara Bakah, pembangunan tower BTS sudah masuk dalam perencanaan dan akan direalisasikan pada tahun 2026. Ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan akses komunikasi dan informasi masyarakat,” ujar Mochamad Ikhsan saat hadir di lokasi kegiatan, Rabu.
Penyampaian kabar baik tersebut dilakukan di tengah agenda penyusunan rencana kerja yang dihadiri oleh seluruh elemen pimpinan daerah dan pemangku kepentingan terkait. Langkah ini diambil sebagai bukti bahwa pemerintah daerah tetap fokus pada pemerataan teknologi informasi di seluruh pelosok Bumi Iya Mulik Bengkang Turan tanpa terkecuali. Mengenai titik lokasi lainnya yang juga mengusulkan hal serupa, Mochamad Ikhsan menyebutkan bahwa untuk usulan pembangunan tower BTS di desa-desa lainnya di wilayah Kecamatan Lahei, seluruhnya akan ditampung sebagai usulan pembangunan pada 2027 mendatang.
Selain rencana pembangunan menara pemancar baru, pihak dinas juga terus memperluas jangkauan jaringan internet melalui skema kolaborasi dengan pihak swasta yang sudah berjalan di puluhan kantor desa saat ini. Pola kerja sama ini dinilai lebih efektif dalam mempercepat digitalisasi birokrasi tanpa harus membebani anggaran daerah secara berlebihan dari sisi pemeliharaan infrastruktur. Melalui model kemitraan tersebut, pembagian tugas antara penyedia layanan dan pengelola kebijakan menjadi kunci utama dalam memastikan layanan informasi dapat dinikmati oleh warga.
Keberhasilan proyek fisik ini di masa depan sangat bergantung pada sinergi dan kesediaan perangkat desa dalam memfasilitasi kebutuhan teknis, terutama menyangkut aspek legalitas lokasi pembangunan. Tanpa dukungan lahan yang memadai, proses konstruksi menara komunikasi akan mengalami hambatan administratif yang cukup pelik di tingkat lapangan. Oleh sebab itu, Ikhsan mengingatkan bahwa “Untuk pembangunan tower BTS ini, kami mohon dukungan dari pemerintah desa, terutama dalam menyiapkan lahan yang dibutuhkan. Kesiapan dan kerja sama desa sangat menentukan agar pembangunan dapat berjalan optimal,” tuturnya memberikan penekanan serius.
Kegiatan Musrenbang ini menjadi wadah krusial bagi pemerintah dalam menyaring kebutuhan prioritas masyarakat yang kemudian akan dituangkan ke dalam program kerja tahunan secara partisipatif. Bupati Barito Utara yang membuka langsung acara tersebut mengharapkan adanya penguatan pada sektor-sektor produktif agar mampu mendorong kemandirian ekonomi daerah melalui peningkatan kualitas pelayanan publik berbasis elektronik. Kehadiran infrastruktur digital yang mumpuni diyakini akan menjadi pendorong utama bagi daya saing produk unggulan daerah di pasar yang lebih luas.
Forum diskusi yang melibatkan unsur pimpinan kecamatan hingga tokoh masyarakat ini berakhir dengan kesepakatan mengenai skala prioritas pembangunan infrastruktur dan layanan digital untuk tahun mendatang. Dengan adanya kepastian jadwal pembangunan tower BTS, diharapkan hambatan komunikasi yang selama ini dirasakan warga desa dapat segera teratasi secara permanen. Pemerintah kabupaten berkomitmen untuk terus memantau setiap tahapan perencanaan hingga tahap eksekusi fisik agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat luas. (Wan)