Ilustrasi Kilang minyak. Foto/REUTERS/Andy Buchanan |
POSSINDO.COM, Ekonomi - Harga minyak mentah dunia bergerak fluktuatif dan cenderung melemah tipis pada perdagangan Kamis pagi (19/2/2026). Pergerakan ini terjadi setelah sebelumnya mencatatkan lonjakan tajam lebih dari 4 persen akibat meningkatnya eskalasi ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan Timur Tengah.
Berdasarkan data Refinitiv hingga pukul 09.10 WIB, minyak jenis Brent berada di level US$ 70,43 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) tercatat pada angka US$ 65,26 per barel. Meskipun terkoreksi tipis, kedua patokan harga minyak global tersebut masih bertahan di dekat level tertinggi sejak akhir Januari 2026.
Lonjakan harga yang terjadi pada hari sebelumnya mencerminkan adanya premi risiko geopolitik yang kembali masuk ke pasar. Pada 18 Februari, Brent berhasil menembus area psikologis US$ 70 per barel setelah sebelumnya ditutup di US$ 67,42. Pola serupa dialami WTI yang naik signifikan dari posisi US$ 62,33 menjadi US$ 65,19 dalam periode yang sama.
Ketegangan antara Washington dan Teheran menjadi katalis utama pergerakan harga. Laporan mengenai peningkatan aktivitas militer dan pengerahan aset di Timur Tengah membuat pasar berada dalam posisi siaga. Namun di sisi lain, adanya laporan bahwa kedua negara masih membuka ruang dialog melalui jalur diplomasi memberikan sedikit tekanan jual yang memicu koreksi harga pagi ini.
Selain faktor geopolitik, pelaku pasar kini tengah menantikan data resmi persediaan minyak Amerika Serikat. Laporan awal menunjukkan adanya penurunan stok minyak mentah, bensin, dan distilat pada pekan lalu. Jika data otoritas energi AS mengonfirmasi penurunan stok tersebut, harga minyak dunia berpotensi kembali mendapatkan dorongan penguatan dalam waktu dekat.
Sepanjang Januari hingga Februari 2026, volatilitas harga minyak tercatat cukup tinggi dengan rentang pergerakan yang lebar. Para analis menilai level US$ 70 per barel bagi Brent merupakan area krusial. Selama kepastian diplomatik belum tercapai, harga minyak diprediksi akan terus bergerak dinamis merespons setiap perkembangan militer maupun data fundamental energi global.
Sumber : cmbcindonesia.com
