![]() |
| Tradisi Malamang, warisan budaya Sumatera Barat yang tetap lestari sebagai persiapan spiritual di bulan suci.Foto/TEMPO/Febrianti |
POSSINDO.COM, Ragam - Ramadan selalu menjadi momen istimewa bagi masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, bulan suci ini bukan sekadar waktu untuk beribadah, tetapi juga ruang pelestarian tradisi yang hidup dan berkembang dari generasi ke generasi.
Dari barat hingga timur Indonesia, berbagai ritual unik digelar untuk menyambut datangnya Ramadan. Tradisi tersebut memperlihatkan kekayaan budaya lokal yang berpadu harmonis dengan nilai-nilai keislaman. Ragam tradisi menjelang Ramadan berikut 12 tradisi yang masih setia dilaksanakan masyarakat di berbagai daerah.
1. Megengan di Surabaya
Di Surabaya, tradisi
Megengan digelar sehari sebelum Ramadan. Warga berkumpul dalam acara selametan
sambil menikmati hidangan khas seperti kue apem dan jajanan tradisional
lainnya. Selain makan bersama, banyak keluarga melakukan ziarah makam sebagai
bentuk penghormatan kepada leluhur. Megengan menjadi ajang mempererat
silaturahmi, bahkan sering disertai pengajian bersama.
2. Nyadran di Jawa Tengah
Masyarakat Jawa Tengah melaksanakan Nyadran dengan ziarah
kubur dan membersihkan makam leluhur. Tradisi ini juga diisi doa bersama dan
berbagi makanan dengan kerabat. Nyadran kerap dilakukan secara massal di
desa-desa. Nilai gotong royong dan kebersamaan terasa kuat dalam setiap
pelaksanaannya.
3. Dugderan di Semarang
Kota Semarang memiliki tradisi Dugderan yang meriah. Nama
Dugderan berasal dari bunyi bedug “dug” dan petasan “der” sebagai penanda
datangnya Ramadan. Ikon utamanya adalah Warak Ngendog, simbol akulturasi budaya
Arab, Cina, dan Jawa. Perayaan ini juga diramaikan pasar malam dan lomba
kreativitas bagi anak-anak.
4. Padusan di Boyolali
Di Boyolali,
masyarakat menjalankan Padusan, yakni ritual mandi di sumber mata air atau
sungai. Tradisi ini melambangkan penyucian diri sebelum memasuki bulan suci.
Biasanya kegiatan ditutup dengan doa dan makan bersama. Beberapa lokasi yang
digunakan dipercaya memiliki nilai sejarah dan keberkahan.
5.Munggahan di Jawa Barat
Tradisi Munggahan populer di Jawa Barat. Warga berkumpul
bersama keluarga dan kerabat untuk makan bersama serta saling meminta maaf.
Menu nasi tumpeng kerap menjadi sajian utama. Bahkan sejumlah perusahaan
menjadikan Munggahan sebagai agenda tahunan untuk mempererat hubungan
antarpegawai.
6. Nyorog di Betawi
Masyarakat Betawi memiliki tradisi Nyorog dengan mengirim
makanan seperti nasi uduk atau ketupat kepada keluarga dan tetangga. Tradisi
ini menumbuhkan rasa kebersamaan menjelang Ramadan. Kini, Nyorog tetap
berlangsung meski cara pengirimannya lebih modern. Selain makanan, perlengkapan
ibadah juga kerap menjadi bagian dari tradisi tersebut.
7. Megibung di Karangasem
Di Karangasem,
tradisi Megibung dijalankan komunitas Muslim setempat. Warga makan bersama dari
satu nampan besar sebagai simbol persaudaraan. Selain makan bersama, kegiatan
ini menjadi ruang diskusi dan pengajian untuk mempersiapkan diri secara
spiritual.
8. Meugang di Aceh
Tradisi Meugang di
Aceh ditandai dengan memasak daging sapi, kambing, atau kerbau. Daging tersebut
dinikmati bersama keluarga dan tetangga. Menjelang Meugang, pasar tradisional
biasanya ramai. Tradisi ini memperkuat solidaritas sosial masyarakat Aceh.
9. Malamang di Sumatera Barat
Di Sumatera Barat,
masyarakat menggelar Malamang dengan memasak lemang secara gotong royong.
Lemang dibakar dalam bambu menggunakan api unggun. Proses memasak yang memakan
waktu lama justru menjadi momen kebersamaan. Beberapa komunitas bahkan
mengadakan lomba memasak lemang.
10. Balimau di Sumatera Barat
Selain Malamang, warga Sumatera Barat mengenal tradisi
Balimau. Ritual mandi dengan campuran air dan jeruk nipis ini dilakukan sebagai
simbol penyucian diri. Balimau kerap digelar di sungai atau pemandian umum.
Kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi masyarakat Minangkabau.
11. Ziarah Kubro di Palembang
Di Palembang,
masyarakat melaksanakan Ziarah Kubro dengan mengunjungi makam para ulama. Ribuan
peziarah turut serta dalam prosesi yang khidmat. Kegiatan ini bertujuan
mengenang jasa ulama serta mempererat silaturahmi. Para peserta biasanya
mengenakan pakaian putih sebagai simbol kesucian.
12. Pacu Jalur di Riau
Tradisi Pacu Jalur digelar di Riau sebagai perlombaan perahu panjang di Sungai Batang Kuantan. Setiap jalur diisi 50 hingga 60 pendayung. Selain menjadi hiburan rakyat, Pacu Jalur mencerminkan semangat kerja sama dan gotong royong masyarakat Riau.
Keberagaman tradisi Ramadan di Indonesia menunjukkan
kekayaan budaya yang tetap selaras dengan ajaran Islam. Setiap daerah memiliki
cara unik untuk menyambut bulan penuh berkah. Tradisi-tradisi ini tidak hanya
mempererat hubungan sosial, tetapi juga menjadi sarana refleksi dan persiapan
spiritual. Ramadan di Indonesia pun terasa sakral sekaligus penuh warna budaya.
