
Kepala
Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD )Balangan H Rahmi bersama
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sairil Fajeri. Foto/IST
POSSINDO.COM, Balangan - Pemulihan dampak banjir dan banjir bandang di Kabupaten Balangan masih berlangsung pada masa transisi, dengan penanganan yang menyentuh berbagai sektor. Sejumlah instansi daerah melaporkan perkembangan pemulihan, mulai dari pendampingan psikologis, rehabilitasi rumah warga, hingga pemenuhan kebutuhan pendidikan dan rumah tangga.
Kepala Pelaksana BPBD Balangan, H Rahmi, Senin (9/2/2026), menyampaikan bahwa upaya pemulihan dilakukan secara bertahap dan terkoordinasi, menyesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan di lapangan.
Menurutnya, program trauma healing telah dilaksanakan di dua wilayah terdampak, yakni Kecamatan Halong dan Kecamatan Tebing Tinggi. Kegiatan tersebut difokuskan pada pendampingan psikososial bagi warga, khususnya anak-anak, guna membantu pemulihan mental setelah bencana.
“Trauma healing sudah berjalan di Halong dan Tebing Tinggi sebagai bagian dari penanganan masa transisi,” kata Rahmi.
Di bidang perumahan dan infrastruktur, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mulai melakukan perbaikan terhadap rumah warga yang mengalami kerusakan. Tingkat penyelesaian pekerjaan pun beragam, bergantung pada tingkat kerusakan serta ketersediaan bahan bangunan.
“Ada rumah yang sudah selesai sepenuhnya, ada yang masih di kisaran 30 hingga 60 persen, dan sebagian masih dalam tahap pengadaan material. Prosesnya masih terus berjalan,” jelasnya.
Selain rumah tinggal, pemerintah daerah juga mulai menyiapkan perbaikan fasilitas umum, terutama jembatan yang terdampak banjir bandang.
Perhatian juga diberikan pada sektor pendidikan. Dinas Pendidikan saat ini tengah memproses bantuan berupa seragam dan perlengkapan sekolah bagi peserta didik yang terdampak bencana.
“Disdik sedang menyiapkan bantuan seragam dan peralatan sekolah untuk siswa terdampak,” ujarnya.
Sementara itu, Dinas Sosial turut berperan dengan menyiapkan bantuan perlengkapan dapur, guna membantu warga memulihkan aktivitas rumah tangga pascabencana.
“Dinsos juga menyiapkan pengadaan bantuan alat memasak,” tambah Rahmi.
Seiring berjalannya proses pemulihan, pemerintah daerah membuka kemungkinan perpanjangan masa transisi. Keputusan tersebut akan ditentukan melalui rapat koordinasi lintas sektor, setelah mempertimbangkan perkembangan penanganan di lapangan.
“Nanti akan dibahas dalam rakor, apakah masa transisi diperpanjang atau langkah lanjutan apa yang akan diambil,” ujarnya.
Rahmi berharap seluruh tahapan pemulihan dapat segera dituntaskan dalam waktu dekat.
“Harapannya, seluruh progres ini bisa selesai pada Februari,” pungkasnya.(Wahid)