| Debat kandidat pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UPR. Foto/IST. |
PALANGKA RAYA – Komisi Pemilihan Raya Mahasiswa (KPRM) Universitas Palangka Raya menggelar debat kandidat pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dalam rangkaian Pemilihan Raya Mahasiswa (Pemira) UPR, Rabu (4/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula PPIG lantai 6 UPR ini dibuka oleh perwakilan rektorat, Harry Cristanto, dan dihadiri demisioner Presiden BEM UPR, yakni Beni Parulian Siregar (periode 2021–2022) dan Permutih Imam Basar (periode 2022–2023) yang bertindak sebagai panelis.
Dalam kesempatan tersebut, Beni Parulian Siregar menekankan pentingnya integritas dan kemampuan merangkul dalam kepemimpinan mahasiswa. Menurutnya, seorang pemimpin harus mampu menekan ego pribadi dan membangun komunikasi yang inklusif dengan pengurus maupun mahasiswa. Ia juga mengingatkan bahwa mahasiswa memiliki peran sebagai penyeimbang terhadap pemerintah melalui kritik konstruktif guna mendorong lahirnya kebijakan yang lebih baik.
“Mahasiswa adalah government antitesis, bukan sekadar untuk membantah, tetapi menjadi penyeimbang agar lahir sintesis dalam kebijakan. Mahasiswa harus mampu memberi koreksi, masukan, dan solusi demi kebaikan bersama,” ujarnya.
Ketua panitia pelaksana, Ahmad Fatahillah, mengatakan debat kandidat bertujuan memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai visi, misi, serta program kerja masing-masing pasangan calon. Dengan demikian, mahasiswa dapat menilai kapasitas kepemimpinan para kandidat sebelum menentukan pilihan pada hari pemungutan suara Pemira.
Ia juga mengakui pelaksanaan kegiatan sempat menghadapi beberapa kendala teknis, namun secara umum debat berlangsung lancar dan mendapat partisipasi aktif dari mahasiswa.
Debat kandidat dibagi ke dalam beberapa sesi, diawali penyampaian visi dan misi calon anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) serta pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden BEM. Selanjutnya panelis melakukan pendalaman terhadap program kerja yang disampaikan. Sesi berikutnya diisi debat antar pasangan calon dan pertanyaan dari mahasiswa, sebelum akhirnya panelis kembali memberikan pertanyaan kepada para kandidat.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa dari berbagai fakultas terlihat antusias mengikuti jalannya debat hingga selesai. Antusiasme tersebut dinilai mencerminkan tingginya perhatian mahasiswa terhadap proses demokrasi di lingkungan kampus.
Melalui forum debat ini, mahasiswa diharapkan memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai gagasan, program kerja, serta kapasitas kepemimpinan setiap pasangan calon sebelum menentukan pilihan dalam Pemira UPR. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan budaya demokrasi, dialog, dan partisipasi aktif mahasiswa dalam kehidupan organisasi kampus. (Gd)
Tags
Kalimantan Tengah