
Tim Satgas Pangan Polda Kalsel saat melakukan pengecekan harga dan stok bahan pokok di salah satu kios pedagang Pasar Kuripan, (30/03/2026). Foto/IST
POSSINDO.COM, Nasional – Guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok pasca Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Satgas Pangan Polda Kalimantan Selatan melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan pemantauan di Pasar Kuripan, Banjarmasin, pada Senin (30/3/2026) pagi. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh tim Satgas Pangan yang beranggotakan AKP Krismandra N.W., S.Hut., S.H., M.P., Iptu Andreas Oktanda, S.H., M.M., Aiptu Noor Ipansyah, S.H., Aiptu Ade Putera, S.Sos., M.Ap., M.H., Aipda Tenny Oki Librawan, S.H., dan Aipda Glery Ferdinan H, S.H., M.M.
Berdasarkan hasil pengecekan di sejumlah kios pedagang, tim menemukan variasi harga pada Bahan Pokok Penting (Bapokting). Meskipun sebagian besar stok tergolong aman, beberapa komoditas terpantau masih dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) atau Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan pemerintah.
Beras Premium Rp.17.000 /kg (Di atas HET), Cabai Rawit Merah Rp.130.000 /kg (Di atas HAP), Cabai Keriting Rp.70.000 /kg (Di atas HAP), Bawang Merah Rp.50.000 /kg (Di atas HAP), Daging Sapi Rp.160.000 /kg (Di atas HAP), Minyakita Rp.18.500 /liter (Di atas HET).
Kemudian Gula Pasir Rp.18.500 /kg (Di atas HAP), Telur Ayam Ras Rp.30.000 /kg (Sesuai HAP), Bawang Putih Rp.40.000 /kg (Sesuai HAP), Daging Ayam Ras Rp.35.000 /kg (Di bawah HAP) .
Meski terjadi fluktuasi harga, terutama pada komoditas cabai dan daging sapi yang mengalami kenaikan signifikan, Satgas Pangan menekankan bahwa stok seluruh bahan pokok di Pasar Kuripan dalam kondisi aman dan mencukupi untuk kebutuhan masyarakat pasca lebaran.
"Kami terus melakukan pemantauan secara rutin untuk memastikan tidak ada praktik penimbunan dan menjaga agar rantai distribusi tetap lancar sehingga harga diharapkan dapat kembali stabil sesuai acuan pemerintah," ujar AKP Krismandra di sela kegiatan.
Langkah preventif ini diharapkan dapat memberikan rasa tenang bagi masyarakat Kalimantan Selatan, khususnya di Banjarmasin, terkait keterjangkauan harga pangan di pasar tradisional. (Gn)