
Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara Suhendra.Foto/IST
POSSINDO.COM, Muara Teweh – Sektor peningkatan mutu infrastruktur pelayanan kesehatan publik di wilayah Kabupaten Barito Utara kembali mengantongi dukungan penuh dari jajaran parlemen daerah.
Langkah akselerasi tersebut difokuskan pada rencana pembenahan fasilitas fisik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muara Teweh.
Perbaikan sarana dan prasarana kesehatan ini dinilai sebagai kebutuhan mendesak yang tidak boleh ditunda-tunda lagi, mengingat rumah sakit milik pemerintah daerah ini menjadi tumpuan serta pusat rujukan utama bagi masyarakat luas di bumi Iya Mulik Bengkang Turan.
Sokongan moral serta apresiasi atas komitmen jajaran eksekutif tersebut disampaikan secara terbuka oleh pihak dewan saat menanggapi peta jalan pembangunan daerah. “Kami di DPRD tentu mendukung penuh upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Perbaikan infrastruktur rumah sakit harus benar-benar memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pasien,” kata Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Suhendra, Sabtu (25/4/2026).
Pernyataan tersebut diutarakan sebagai respons positif atas jalannya agenda rapat teknis yang dipimpin langsung oleh Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, bersama unsur manajemen RSUD Muara Teweh dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) di Rumah Jabatan Bupati pada Rabu (21/4/2026) lalu.
Kendati mendukung penuh, institusi dewan memberikan catatan kritis agar draf pengerjaan fisik di lapangan wajib disusun dengan perhitungan teknis yang matang.
Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menambahkan bahwa jalannya proyek rehabilitasi bangunan jangan sampai mengorbankan atau mengganggu jalannya aktivitas pelayanan medis harian bagi para pasien.
Skema zonasi pengerjaan konstruksi harus diatur sedemikian rupa agar masyarakat yang datang berobat tetap mendapatkan penanganan yang optimal, aman, dan nyaman tanpa terganggu oleh kebisingan atau material proyek.
Di samping pembenahan pada aspek kelayakan gedung dan estetika ruangan, investasi pada peningkatan mutu sumber daya manusia (SDM) fungsional juga wajib berjalan selaras.
Sebab, kemegahan fasilitas medis modern akan terasa hambar apabila tidak ditopang oleh karakter pelayanan tenaga dokter, perawat, maupun staf administrasi yang ramah, profesional, serta responsif dalam menyambut keluhan warga.
Pengawasan melekat yang ketat terhadap jalannya realisasi proyek konstruksi ini juga diminta untuk diperketat oleh instansi terkait guna menjamin mutu kualitas bangunan serta ketepatan waktu penyelesaian sesuai dengan kontrak kerja yang disepakati.
Menutup keterangannya, dewan berharap sinergi lintas sektor ini mampu menyulap RSUD Muara Teweh menjadi pusat layanan kesehatan yang mandiri dan representatif. Dengan demikian, warga lokal tidak perlu lagi mengeluarkan biaya besar untuk berobat ke luar daerah demi mendapatkan standar medis yang baik. (Dk)