Merawat Keindahan Anggrek dan Ragam Jenisnya di Kala Pensiun

 
Makatitae (60) menunjukkan koleksi anggrek yang dibudidayakan di halaman rumahnya di Jalan Anggrek RT 02, Pulang Pisau, dengan penataan vertikal untuk mengoptimalkan lahan terbatas. Foto/Dika

PULANG PISAU - Di halaman depan dan samping sudut rumah sederhana di Jalan Anggrek RT 02, Pulang Pisau, puluhan pot dan gantungan tanaman tertata rapi. Di antara dedaunan hijau yang menggantung dan menempel di batang pohon, bunga-bunga anggrek tumbuh dengan karakter yang beragam. Ada yang menjuntai anggun, ada pula yang tegak menjulang hingga beberapa meter. Di tempat inilah Makatitae (60) menghabiskan masa pensiunnya dengan menekuni hobi mengoleksi dan membudidayakan anggrek.

Bagi Makatitae, anggrek bukan sekadar tanaman hias. Ketertarikannya terhadap bunga ini telah tumbuh sejak lebih dari dua dekade lalu. Awalnya hanya beberapa pot anggrek jenis umum, namun seiring waktu, koleksinya berkembang menjadi puluhan tanaman dari berbagai jenis. Halaman rumah yang terbatas pun disiasati dengan metode penataan vertical. Sebagian digantung, sebagian ditempatkan di pot, dan lainnya ditempelkan pada batang pohon.

Daya tarik utama anggrek, menurutnya, terletak pada keunikan setiap jenis. Ia menaruh perhatian khusus pada anggrek khas Kalimantan, seperti anggrek Capung Kapuas yang dapat tumbuh tinggi hingga 2–4 meter, serta anggrek Mantangai yang dikenal dengan warna bunganya yang lembut. Kedua jenis ini tergolong langka dan banyak diminati kolektor, terutama karena keaslian dan keunikan karakter bunganya.

Selain itu, koleksinya juga mencakup berbagai jenis anggrek dari luar daerah. Di antaranya Dendrobium superbiens yang berasal dari kawasan Australia hingga Papua, Dendrobium bantimurung dari Sulawesi Selatan, serta anggrek Larat dari Maluku. Ada pula Oncidium Golden Shower yang terkenal dengan rangkaian bunga kecil berwarna kuning cerah menyerupai hujan emas, serta Dendrobium Banana Royal yang memiliki bentuk bunga khas dari kawasan Asia Tenggara.
Berbagai Koleksi anggrek lokal dan anggrek Premium milik Makatitae. Foto/Dika


Dalam praktiknya, merawat anggrek bukanlah pekerjaan instan. Tanaman ini dikenal sensitif dan memerlukan perhatian khusus. Makatitae menggunakan media tanam sederhana seperti arang dan sabut kelapa, serta memanfaatkan pupuk alami dari air cucian beras. Perawatan dilakukan secara rutin, termasuk pengendalian hama dan penyesuaian cahaya serta kelembapan. Ia menekankan bahwa konsistensi dan kesabaran menjadi kunci utama, karena anggrek membutuhkan waktu panjang untuk tumbuh dan berbunga.


Tips Merawat Anggrek ala Makatitae :

Makatitae menekankan bahwa kunci utama dalam merawat anggrek adalah konsistensi dan perhatian terhadap kondisi tanaman. Ia rutin melakukan penyiraman secukupnya, menyesuaikan dengan kelembapan lingkungan agar tanaman tidak mengalami kelebihan air yang dapat menyebabkan akar membusuk. 

Selain itu, ia menggunakan media tanam sederhana seperti arang dan sabut kelapa yang memiliki daya serap baik serta mampu menjaga sirkulasi udara pada akar. Untuk menjaga kesehatan tanaman, ia juga secara berkala memberikan pupuk alami dari air cucian beras serta melakukan pengendalian hama dengan penggunaan pestisida secara teratur.

Ketekunan dalam merawat anggrek menjadi modal utama untuk menghasilkan anggrek yang subur dan berkualitas. Foto/ Dika

Selain aspek teknis, Makatitae menilai kesabaran menjadi faktor penting dalam membudidayakan anggrek. Tanaman ini membutuhkan waktu yang relatif lama untuk tumbuh dan berbunga, sehingga diperlukan ketelatenan dalam perawatan sehari-hari. Ia juga memperhatikan penempatan tanaman, seperti menggantung sebagian anggrek atau menempelkannya pada batang pohon agar mendapatkan cahaya yang cukup tanpa terpapar sinar matahari langsung. 

Dengan perawatan yang tepat dan berkelanjutan, anggrek dapat tumbuh sehat, berkembang biak, dan menghasilkan bunga yang indah.

Jenis anggrek koleksi Makatitae

Koleksi anggrek milik Makatitae terdiri dari beragam jenis, baik hasil persilangan maupun spesies asli dari berbagai daerah. Salah satunya adalah anggrek Dendrobium Banana Royal, yang merupakan hasil persilangan dari kawasan Asia Tenggara dengan karakter bunga berwarna cerah dan menarik.

Selain itu, terdapat anggrek Larat yang dikenal sebagai salah satu bunga identitas Indonesia dan berasal dari Pulau Larat, Maluku. Anggrek ini memiliki keunikan bentuk serta nilai konservasi yang tinggi. Koleksi lainnya adalah anggrek Oncidium Golden Shower, yang berasal dari wilayah tropis hingga subtropis di Amerika Tengah, Amerika Selatan, dan Karibia, serta dikenal dengan rangkaian bunganya yang menyerupai untaian emas.

Makatitae juga mengoleksi anggrek Sulawesi Bantimurung atau Dendrobium bantimurung, yaitu spesies anggrek epifit asli dari kawasan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, yang mampu beradaptasi baik di lingkungan lembap. Sementara itu, Dendrobium Capung Kapuas menjadi salah satu koleksi unggulan asal Kapuas, Kalimantan Tengah. Anggrek epifit legendaris ini dikenal mampu tumbuh hingga mencapai tinggi sekitar 2 hingga 3 meter.

Penulis : Dika
Editor : Rohit

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال