![]() |
| Analis Kebencanaan BPBD Kota Palangka Raya Balap Sipet saat memberikan keterangan terkait kesiapan menghadapi El Nino Godzilla. Foto/IST |
POSSINDO.COM, Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diperkirakan meningkat akibat fenomena El Nino tahun ini.
Berdasarkan informasi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), fenomena El Nino termasuk potensi variasi kuat yang dikenal sebagai “El Nino Godzilla”, diprediksi mulai terjadi sejak April 2026. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan musim kemarau yang lebih panjang dan kering di Indonesia.
Analis Kebencanaan BPBD Kota Palangka Raya, Balap Sipet menyampaikan pihaknya telah melakukan berbagai langkah mitigasi, termasuk pemetaan wilayah rawan karhutla di seluruh wilayah kota.
“Kami sudah menyiapkan sekitar 30 pos lapangan (poslap) yang tersebar di 30 kelurahan di Kota Palangka Raya sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla,” ujarnya, Senin (6/4/2026).
Ia menjelaskan, selain pembentukan poslap, BPBD juga melakukan patroli rutin, sosialisasi, serta edukasi kepada masyarakat terkait bahaya karhutla, khususnya menjelang musim kemarau panjang.
“Kami terus mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan. Upaya pencegahan ini penting karena apabila lahan, khususnya lahan gambut, sudah terbakar maka akan sulit dipadamkan,” jelasnya.
Lebih lanjut, BPBD Kota Palangka Raya juga telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait untuk memperkuat upaya pencegahan. Salah satu langkah yang akan dilakukan yakni pembangunan embung atau penampungan air di kawasan rawan karhutla.
“Pembuatan embung ini akan dikerjakan bersama Dinas PUPR Kota Palangka Raya. Nantinya embung tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sumber air saat terjadi kebakaran,” tambahnya.
Balap berharap masyarakat dapat berperan aktif dalam pencegahan karhutla dengan tidak membuka lahan menggunakan cara dibakar serta lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar.
Dengan langkah mitigasi yang dilakukan sejak dini, diharapkan potensi karhutla di Kota Palangka Raya dapat diminimalisasi, sehingga dampak yang ditimbulkan tidak meluas dan merugikan masyarakat.
Sumber: detik.com
