Bupati Barito Utara H. Shalahuddin. Foto/IST
POSSINDO.COM, MUARA TEWEH – Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Barito Utara mengalami perlambatan sepanjang 2025. Kondisi tersebut terjadi bersamaan dengan belum optimalnya realisasi belanja pemerintah daerah yang masih berada di bawah target.
Dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) yang disampaikan kepada DPRD, Bupati Barito Utara H. Shalahuddin, mengungkapkan bahwa laju pertumbuhan ekonomi turun menjadi 3,12 persen dari 5,03 persen pada 2024.
Menurutnya, perlambatan tersebut menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan pembangunan dan aktivitas perekonomian masyarakat.
Selain itu, realisasi belanja daerah hingga akhir tahun 2025 baru mencapai Rp308,85 miliar atau 70,84 persen dari target sebesar Rp435,95 miliar.
Rendahnya penyerapan anggaran terutama terjadi pada belanja operasi yang terealisasi 60,39 persen. Adapun belanja tidak terduga hanya terserap sekitar 0,61 persen.
Sementara itu, belanja modal menjadi komponen dengan capaian tertinggi karena mampu direalisasikan hingga 94,33 persen. Capaian tersebut menunjukkan program pembangunan fisik berjalan relatif lebih baik dibandingkan belanja operasional.
Shalahuddin mengatakan pemerintah daerah bersama DPRD akan terus melakukan berbagai langkah strategis agar pembangunan tetap berjalan dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat sesuai potensi yang dimiliki Kabupaten Barito Utara.
"Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2025 sebesar 3,12 persen dari tahun 2024 sebesar 5,03 persen. Pemerintah daerah bersama legislatif terus berupaya secara konkret dan terukur dalam memenuhi kebutuhan nyata masyarakat sesuai dengan potensi yang ada," ujarnya.(Wan)