POSSINDO.COM, KUALA KAPUAS – Pemerintah Kabupaten Kapuas terus mendorong penguatan nilai kebangsaan dan kerukunan antarumat beragama melalui pelibatan berbagai unsur masyarakat. Hal tersebut ditandai dengan pelaksanaan Dialog Kebangsaan dan Kerukunan Umat Beragama Lintas Stakeholder Kabupaten Kapuas Tahun 2026 yang dibuka oleh Wakil Bupati Kapuas Dodo, Rabu (20/05/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh masyarakat, perangkat daerah, serta berbagai unsur terkait lainnya sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi dalam menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat di Kabupaten Kapuas.
Dalam sambutannya yang membacakan pesan Bupati Kapuas, Wakil Bupati menyampaikan bahwa keberagaman yang dimiliki masyarakat harus dijaga dan dipelihara sebagai kekuatan yang dapat mempererat persatuan.
“Kerukunan merupakan modal penting dalam menjaga stabilitas sosial dan mendukung pembangunan daerah. Oleh sebab itu, seluruh elemen masyarakat harus terus menjaga toleransi, saling menghormati, serta memperkuat rasa persaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa tantangan kehidupan sosial saat ini semakin kompleks seiring berkembangnya arus informasi yang begitu cepat. Karena itu, diperlukan komitmen bersama seluruh pihak untuk menjaga suasana yang aman dan kondusif agar perbedaan yang ada tidak menjadi pemicu perpecahan.
Menurutnya, dialog lintas stakeholder menjadi sarana yang penting untuk membangun komunikasi, memperkuat pemahaman bersama, serta menciptakan langkah-langkah strategis dalam menjaga keharmonisan masyarakat.
“Melalui forum ini diharapkan lahir berbagai gagasan dan solusi yang dapat memperkuat semangat kebangsaan serta mempererat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Kapuas,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Kapuas juga menaruh harapan agar seluruh unsur masyarakat terus berperan aktif dalam menjaga kerukunan dan membangun lingkungan yang damai, sehingga pembangunan daerah dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi serta pemaparan materi yang melibatkan berbagai peserta sebagai upaya memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kehidupan masyarakat yang harmonis dan penuh toleransi.(Lukman)
